07 April 2025

Get In Touch

Bus Shalawat Kembali Beroperasi untuk Layani Jamaah Haji

Koordinator Media Center Haji (MCH) PPIH Pusat Dodo Murtado saat memberi keterangan persnya di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta, Minggu (2/7/2023).(humas)
Koordinator Media Center Haji (MCH) PPIH Pusat Dodo Murtado saat memberi keterangan persnya di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta, Minggu (2/7/2023).(humas)

JAKARTA (Lenteratoday)- Pada 14 Zulhijjah 1444H atau Minggu (2/7/2023) layanan bus shalawat yang membawa jamaah dari hotel ke Masjidil Haram pergi pulang, kembali beroperasi. Sebelumnya, jelang puncak haji, operasional bus itu berhenti sementara mulai 6 sampai 13 Zulhijjah 1444H.

“Jamaah dapat memanfaatkan bus shalawat tersebut ke Masjidil Haram untuk Tawaf Ifadah,” terang Koordinator Media Center Haji (MCH) PPIH Pusat Dodo Murtado dalam keterangan persnya di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta, Minggu (2/7/2023).

Seiring berakhirnya fase Mina dan jamaah telah meninggalkan Mina, Dodo menyampaikan, petugas haji melakukan sweeping di tenda-tenda dan lokasi lainnya di Mina untuk memastikan tidak ada jemaah yang tertinggal.

“Jemaah yang tertinggal dan terpisah dari rombongannya akan diantar ke hotelnya di Makkah,” kata Dodo, Minggu (02/07/2023).

“Selain jamaah, petugas juga menyisir barang-barang bawaan jemaah yang tertinggal di tenda. Setelah dikumpulkan dan didata, barang-barang tersebut dikembalikan ke jemaah melalui petugas kloter,” sambungnya.

Dikatakan Dodo, Tawaf Ifadah dimulai sejak tengah malam pada hari Nahr, tanggal 10 Zulhijah (menurut Imam Syafi’i dan Ahmad). Tawaf Ifadah, lanjutnya, dapat dilakukan selama jamaah haji masih di Mekkah, dan tidak ada batas akhir waktunya.“Mengakhirkan Tawaf Ifadah hukumnya boleh, dan tidak dikenakan dam,” ucap dia.

Kepada jamaah, Dodo menyarankan gelombang I kloter 1 sampai 10 agar menyegerakan Tawaf Ifadah, dan mempersiapkan kepulangan.

“Jamaah haji gelombang 2, dapat mengakhirkan Tawaf Ifadah dan menunggu agar kepadatan Masjidil Haram berkurang serta memberi kesempatan kepada jemaah gelombang 1 untuk melaksanakan Tawaf Ifadah terlebih dahulu,” jelasnya.

Pemerintah, ujar dodo, mengimbau jemaah agar memanfaatkan waktunya dengan istirahat di hotel sebelum menjalani Thawaf Ifadah dan Sa’i. Kondisi Masjidil Haram yang padat padat saat ini, jemaah diimbau agar tetap dalam rombongannya masing-masing, dan jangan memisahkan diri.

“Jamaah lansia, risti dan penyandang disabilitas dapat memanfaatkan layanan kursi roda dan skuter dari petugas resmi untuk Tawaf dan Sa’I, agar prosesnya berjalan lancar, aman dan tidak kelelahan,” imbuhnya.

Hingga 1 Juli 2023 pukul 24.00 WIB, jumlah jemaah sakit yang dirujuk sebanyak 454 orang, dengan rincian: Rawat jalan di KKHI Makkah sebanyak 8 orang. Rawat inap di KKHI Makkah sebanyak 280 orang, dan Rawat Inap di RSAS sebanyak 166 orang.

Sementara jamaah yang wafat sampai hari ini sebanyak 276 orang, dengan rincian jemaah yang wafat di Arafah sebanyak 15 orang, di Mina sebanyak 58 orang, di Makkah sebanyak 163 orang, di Madinah sebanyak 37 orang, dan di Jeddah sebanyak 3 orang.(*)

Reporter:lutfi,rls/Editor:widyawati

Share:
Lentera.co.
Lentera.co.