07 April 2025

Get In Touch

Tanggapi Keluhan 395 Jemaah Asal Nganjuk, Bupati Marhaen: Perlu Perbaikan Manajemen Haji!

Bupati Nganjuk Marhaen Djumadi, mengkritik keras manajemen pelayanan haji di Indonesia, Jum'at (30/6/2023) (Abdillah Qomaru/Lenteratoday)
Bupati Nganjuk Marhaen Djumadi, mengkritik keras manajemen pelayanan haji di Indonesia, Jum'at (30/6/2023) (Abdillah Qomaru/Lenteratoday)

NGANJUK (Lenteratoday) -Bupati Nganjuk Marhaen Djumadi, mengkritik keras manajemen pelayanan haji di Indonesia. Dalam pernyataannya pada Jum'at (30/6/2023), uang menginginkan adanya perbaikan, terutama untuk mengatasi kesulitan yang dialami oleh jama'ah haji yang sudah lanjut usia.

Keluhan serius itu disampaikan menyusul adanya keluhan mengenai pelayanan konsumsi terhadap 395 jemaah haji kloter 33, yang berasal dari Kabupaten Nganjuk. Keluhan mencakup berbagai aspek, termasuk kualitas makanan, ketersediaan air minum, dan fasilitas sanitasi yang tidak memadai. Meskipun jamaah telah berangkat dengan perasaan gembira, masalah ini menggugah perhatian Bupati untuk segera mengambil tindakan.

"Manajemen haji Indonesia payah banget. Manajemen pelayanan haji harus dibenahi terutama yang di Nganjuk, kasihan jama’ah haji sepuh-sepuh,” tegas Marhaen Djumadi.

Menanggapi keluhan itu, Ketua Tim Penilai Kinerja Petugas Kementerian Agama, Agus Syafiq menyampaikan permohonan maaf.

“Kami catat untuk evlauasi. Kami sudah berupaya mengingatkan pihak masyariq untuk tidak terlambat. Sebagai info, layanan armina dikelola penuh oleh masyariq Arab Saudi,” ujar Agus syafiq, Ketua Tim Penilai Kinerja Petugas Kementerian Agama.

Ia menegaskan, pihaknya tidak akan berhenti untuk secara keras menegur pihak masyariq, yang bertanggung jawab atas layanan di Tanah Suci.

“Sekali lagi mohon maaf, dan kami tidak bosan setiap.saat menegur keras pihak masyariq,” pungkasnya.

Reporter: Abdillah Qomaru|Editor: Arifin BH

Share:
Lentera.co.
Lentera.co.