07 April 2025

Get In Touch

Wukuf dan Mabit di Muzdalifah Selesai, Kemenag: Jemaah yang Terlantar Sudah Diberangkatkan ke Mina

Jemaah haji Indonesia di Muzdalifah, Arab Saudi (Dok. MCH 2023)
Jemaah haji Indonesia di Muzdalifah, Arab Saudi (Dok. MCH 2023)

SURABAYA (Lenteratoday) -Jemaah haji telah menyelesaikan rangkaian haji wukuf di Arafah dan mabit (bermalam) di Muzdalifah, saat ini seluruh jemaah haji dari berbagai belahan dunia termasuk jemaah haji Indonesia berada di Mina. Selain bermalam, jemaah akan melaksanakan rangkaian haji yaitu melempar jumrah, Ula, Wustho, dan Aqobah.

“Jemaah haji yang mampu, sehat dan kuat, wajib mabit atau bermalam di Mina. Meninggalkan mabit secara sengaja tanpa uzur syar’i dikenakan dam atau denda,” terang Juru Bicara PPIH Pusat Akhmad Fauzin dalam keterangan persnya di Media Center Haji (MCH) di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta, Rabu (28/6/2023).

Selama di Mina, kata Fauzin, jemaah untuk fokus melakukan aktivitas ibadah dengan memperbanyak zikir, mengingat dan mendekat kepada Allah, mengagungkan asma Allah, baik dengan bertakbir, membaca Al-Qur’an, kalimat tauhid, dan wirid-wirid lainnya.

Selanjutnya, lanjut Fauzin, jemaah melontar jumrah Kubra (Aqabah) tanggal 10 Zulhijah, dan lontar jamrah Ula, Wustha, dan Kubra tanggal 11 dan 12 Zulhijah (Nafar Awal) atau 11, 12 dan 13 Zulhijah (Nafar Tsani).

Menurutnya, hukum melontar adalah wajib. Jamaah yang lemah, lansia dan risti, pelaksanaan lontar jumrah diwakilkan atau dibadalkan kepada keluarga, teman seregu atau petugas.

Jemaah terlantar

Sementara itu, Kementerian Agama (Kemenag) menegaskan, jemaah yang sebelumnya telantar di Muzdalifah pada siang hari, kini sudah diberangkatkan ke Mina untuk melaksanakan ibadah selanjutnya.

Adapun banyaknya jemaah yang belum terangkut di Muzdalifah terjadi karena adanya kemacetan di jalur taraddudi (shuttle) bus yang mengantar jemaah dari Muzdalifah ke Mina, Mina-Muzdalifah.

Jalur itu banyak dilalui oleh jemaah haji dari berbagai negara yang akan melakukan lontar jumrah setibanya di Mina, sehingga menambah kepadatan jalan raya. Namun, Kemenag memastikan kemacetan sudah terurai.

"Alhamdulillah, kemacetan sudah terurai. Bus mulai membawa jemaah menuju Mina," terang Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah Hilman Latief Ketua Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) di Muzdalifah, dikutip dari siaran pers Kemenag, Rabu (27/6/2023).

Adapun Hilman memantau langsung ke Muzdalifah untuk melihat kondisi jemaah haji. Hilman ikut memberikan penjelasan ke jemaah, sekaligus meminta Mashariq untuk bisa segera menyelesaikan persoalan.

Keterlambatan pemberangkatan jemaah ke Mina dari Muzdalifah tidak hanya dialami Indonesia. Jemaah dari sejumlah negara juga mengalami hal sama, antara lain Filipina, Malaysia, dan lainnya.

Namun demikian, karena jemaah haji Indonesia adalah yang paling banyak, maka menjadi jemaah yang paling terdampak.

"Di tambah banyak jemaah yang memilih berjalan kaki. Kondisi ini menghambat pergerakan bus yang akan menjemput jemaah di Muzdalifah," sebutnya.

Sebelumnya, viral sebuah video yang menarasikan jemaah haji Indonesia terlantar di Mina hingga siang hari. Jemaah banyak yang kehausan dan kelaparan, ada pula yang dilaporkan pingsan (*)

Reporter: Lutfiyu Handi|Editor: Arifin BH

Share:
Lentera.co.
Lentera.co.