07 April 2025

Get In Touch

Kloter Terakhir, 33 Jamaah Haji Kota Malang Bersiap Menuju Tanah Suci

Pemberangkatan Kloter terakhir dari jamaah haji Kota Malang gelombang 2, menuju embarkasi Surabaya, Kamis (22/6/2023).(Dok. Kemenag Kota Malang)
Pemberangkatan Kloter terakhir dari jamaah haji Kota Malang gelombang 2, menuju embarkasi Surabaya, Kamis (22/6/2023).(Dok. Kemenag Kota Malang)

MALANG (Lenteratoday) - Sebanyak 33 jamaah haji Kota Malang masuk dalam kloter terakhir pada pemberangkatan gelombang 2. Para jamaah haji tersebut akan bergabung dengan ribuan jamaah lainnya untuk melaksanakan ibadah haji di Makkah.

"Ini kuota tambahan ada 33 orang dari Kota Malang yang masuk di kloter 85. Tapi kloter terakhir dari embarkasi Surabaya itu 88, jadi ada 4 kloter tambahan totalnya. Jadi kemarin terakhir ada slot kosong sekitar 400 an orang se-Jawa Timur 4 kloter itu ada 85, 86, 87, dan kloter 88," ujar Kepala Kemenag Kota Malang, Achmad Shampton, usai melepas keberangkatan jamaah haji Kota Malang gelombang ke dua, Kamis (22/6/2023).

Berangkat dari Kota Malang pada pukul 14.30 WIB, Shampton menjelaskan bahwa jamaah haji tersebut diperkirakan memasuki embarkasi Surabaya pada pukul 17.00 WIB. "Berangkat ke Makkah akan dilakukan besok pukul 08.10 WIB, dengan perkiraan perjalanan selama 10-12 jam," tambahnya.

Lebih lanjut, Shampton berharap agar pemberangkatan gelombang terakhir ini dapat berjalan lancar tanpa adanya kendala. Hal tersebut juga mengingat bahwa mulai kloter ke 85, jamaah haji Jawa Timur akan berangkat menggunakan maskapai Garuda Indonesia, bukan lagi maskapai Saudi Air.

"Kloter terakhir ini tidak menggunakan maskapai Saudi Arabia, tetapi menggunakan Garuda Indonesia. Ini karena kontrak kita dengan Saudi Air telah berakhir, sehingga mulai dari kloter 85 ini kita menggunakan Garuda Indonesia," jelasnya.

Shampton juga menyampaikan, penggunaan maskapai baru tersebut akan menjadi pengalaman pertama bagi jamaah haji asal Jawa Timur. Namun, pihaknya menekankan, meskipun menggunakan maskapai yang berbeda, akan tetapi fasilitas yang disediakan tidak jauh berbeda dari maskapai sebelumnya.

Diakhir, Shampton menyebutkan bahwa tambahan jamaah haji ini, berasal dari urutan yang sebelumnya sempat ditandai dengan status merah, namun, berkat adanya tambahan kuota dari pemerintah pusat, akhirnya 33 jamaah tersebut diberikan kesempatan untuk bergabung dalam pemberangkatan kali ini.

"Ini memang tambahan dari urutan yang sebenarnya kemarin sempat merah, artinya sempat mereka melunasi kemudian dimerah yang berarti tidak bisa berangkat. Tapi kemudian ada tambahan dari pemerintah akhirnya ini dibuka lagi, akhirnya kita dapat 33 orang ini. Berangkatnya ini regular, antreannya rata-rata 11-12 tahunan, daftarnya tahun 2011. Memang ini urut," tutup Shampton.

Dalam pantauan di lapangan, terdapat hal yang cukup menarik dari pemberangkatan jamaah haji gelombang 2 ini. Pasalnya, mantan narapidana kasus korupsi Kota Malang, Jarot Edy, termasuk dalam jamaah kuota tambahan yang siap untuk melaksanakan ibadah haji di tahun ini.

Kendati bukan kali pertamanya dalam menunaikan ibadah haji, namun pria yang akrab dengan sapaan Jarot, ini mengungkapkan rasa syukurnya karena dapat berangkat lebih cepat dari jadwal semula, yang diestimasikan sekitar 2 tahun lagi. "Kalau saya ini yang ketiga kali, cuman alhamdulillah kita syukuri karena ini mestinya saya 2 tahun yang akan datang (baru berangkat) cuman karena ini ada kuota tambahan. Jadi saya tahun ini bisa lebih cepat berangkatnya. Sebelumnya di tahun 2003, 2015, dan sekarang," ujar Jarot.

Mantan Kepala Dinas PUPR Kota Malang, ini juga menyampaikan pentingnya persiapan yang matang dalam perjalanan spiritualnya nanti. Salah satunya yakni dengan menjaga tubuh agar terhidrasi dengan baik. Baginya, hal-hal tersebut membantu menjaga kesehatan dan kenyamanan selama perjalanan ibadah haji.

"Yang paling pasti mental dan fisik harus siap. Tahun ini berangkat dengan istri tershayang. Yang pasti bagi saya karena sudah beberapa kali ke sana, jadi mungkin persiapannya semprotan penyegar wajah dan sering-sering minum air agar tidak dehidrasi," serunya.

Diakhir, Jarot berharap adanya peningkatan pelayanan khususnya bagi jamaah lansia. Ia juga berharap agar proses ibadah berjalan lancar dan pelayanan yang lebih baik bagi seluruh jamaah. Dengan usianya yang kini mencapai 61 tahun, Jarot menghadapi perjalanan ini dengan niat yang suci dan harapan mendapatkan manfaat spiritual yang mendalam.(*)

Reporter: Santi Wahyu/Editor:widyawati

Share:
Lentera.co.
Lentera.co.