TAK elok sebenarnya sebuah lembaga sekaliber Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) malah menjadi sarang pungutan liar (pungli). Namun demikian lah kenyataan yang terjadi.Dugaan adanya layanan istimewa di rumah tahanan (rutan) komisi anti-rasuah tersebut tengah diusut. Sedikitnya 20 orag telah diperiksa dan beberapa pegawai pun telah diganti. Namun, lembaga yang dipimpin Firli Bahuri ini mengklaim pengawasan di rutan-rutan KPK sedianya telah dilakukan secara ketat. Belum usai satu badai, angin kencang lain menerpa. Seorang pria yang merupakan pegawai KPK diduga melakukan pelecehan verbal ke awak media saat doorstop Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo. Terlontar kalimat, "Cewek semua, enak euy," kata pria tersebut. KPK pun menyampaikan permintaan maaf. Ironi. Sebelumnya para petinggi KPK juga menjadi sorotan. Sang Ketua, Firli yang dilaporkan atas dua dugaan pelanggaran etik--soal pencopotan Brigjen Endar dan kebocoran data ESDM--dinyatakan ‘bersih’. Terbaru, Wakil Ketua KPK Johanis Tanak juga sedang terlibat kasus dugaan pelanggaran etik. Ia diduga menghubungi saksi yang kasusnya sedang diusut oleh KPK.Duh! BACA BERITA LENGKAP, KLIK DI SINI https://cdn.lentera.co/c/newscenter/lenteratoday/2023/06/21062023.pdf
[3d-flip-book id="143617" ][/3d-flip-book]https://cdn.lentera.co/c/newscenter/lenteratoday/2023/06/21062023.pdf">