07 April 2025

Get In Touch

Pemkot Malang Kembangkan PeDeKaTeSam Aplikasi untuk Tekan Kemiskinan dan Stunting

ILUSTRASI Pemerintah Kota (Pemkot) Malang meluncurkan aplikasi Sam Gepun Basa atau Smart City Malang Gerakan Menghimpun Data Berbasis Dasawisma pada 2022 lalu (ist)
ILUSTRASI Pemerintah Kota (Pemkot) Malang meluncurkan aplikasi Sam Gepun Basa atau Smart City Malang Gerakan Menghimpun Data Berbasis Dasawisma pada 2022 lalu (ist)

MALANG (Lenteratoday) -Pemerintah Kota (Pemkot) Malang melalui Dinas Komunikasi dan Informasi (Diskominfo)lebih memfokuskan pengembangan aplikasi pada isu-isu nasional, terutama penanganan kemiskinan dan stunting.

Hal tersebut juga merupakan langkah konkret yang diambil untuk mengimplementasikan instruksi Presiden RI, Joko Widodo, terkait penyetopan pembuatan aplikasi baru pada Kementerian dan Lembaga (K/L) serta memperkuat Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE).

Kepala Diskominfo Kota Malang, M Nur Widianto mengatakan, pihaknya telah memprioritaskan isu-isu nasional yang berkaitan dengan penanganan kemiskinan, stunting, inflasi, investasi, dan digitalisasi layanan.

"Pak Wali Kota menegaskan bahwa Kota Malang konsentrasi pada penanganan kemiskinan dan stunting. Jadi aplikasi yang dikembangkan, dihasilkan oleh kabupaten/kota harus mengarah ke sana," ujar Kadiskominfo Kota Malang, Sabtu (17/6/2023).

Pria yang akrab dengan sapaan Wiwid, ini menambahkan, evaluasi terhadap konsep Kota Malang menuju smart city, menurutnya harus dikembangkan untuk mampu menekan angka kemiskinan, menurunkan angka stunting, dan di lain hal juga mampu memberikan stimulus pada investasi daerah.

Salah satu aplikasi yang saat ini sedang fokus dikembangkan oleh Pemkot Malang dalam upaya menekan angka kemiskinan dan stunting, adalah aplikasi Penyusunan Data Kesejahteraan Sosial Kota Malang (PeDeKaTeSam).

Aplikasi ini bertujuan untuk melakukan pendataan dan verifikasi terhadap data yang dihimpun dari Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS). PeDeKaTeSam akan membantu mengumpulkan data yang akurat untuk kemudian digunakan sebagai dasar langkah-langkah diagnosa, terapi, dan intervensi yang tepat dalam melakukan penanganan isu-isu strategis tersebut (*)

Reporter: Santi Wahyu|Editor: Arifin BH

Share:
Lentera.co.
Lentera.co.