
KEDIRI (Lenteratoday)-Pemkot Kediri menyelenggarakan Pelatihan Digital Marketing Usaha Menengah Kecil dan Mikro (UMKM) di Klinik UMKM Dinkop Usaha Menengah dan Tenaga Kerja (UMTK), Selasa (13/6/2023). Kegiatan itu sebagai upaya mendorong pelaku UMKM untuk meningkatkan keterampilan dan memperluas pemasaran produk.
Pelatihan UMKM akan diadakan berkelanjutan hingga gelombang kelima dengan peserta dan materi pelatihan berbeda. Adapun narasumber pada pelatihan gelombang pertama yakni Sri Wahyuni Mega Hastuti yang merupakan dosen salah satu perguruan tinggi di Kota Kediri sekaligus asesor lembaga pelatihan dan konsultan koperasi dan UMKM.
Kepala Dinkop UMTK Kota Kediri Bambang Priyambodo menuturkan, pelatihan kali ini merupakan pelatihan gelombang pertama yang diikuti 25 pelaku UMKM. Peserta mendaftar melalui link yang sudah disiapkan. Adapun persyaratan: KTP Kota Kediri, memiliki Nomor Induk Berusaha (NIB), berusia maksimal 40 tahun dan wirausaha atau calon wirausaha.
“Setiap kali pelatihan akan diikuti 25 peserta dan untuk materi yang kita berikan beragam mulai dari literasi keuangan, pelatihan keterampilan, dll. Para peserta merupakan pelaku usaha yang memiliki beragam usaha yang menghasilkan produk atau jasa,” jelasnya.
Di pelatihan gelombang pertama, pelatihan difokuskan pada materi digital marketing. Tema tersebut menurut Bambang sesuai perkembangan zaman dimana pelaku UMKM harus dapat memanfaatkan platform digital sebagai sarana pemasaran produk.
Hal ini sekaligus sejalan dengan arahan dari Wali Kota Kediri yang mengharapkan UMKM di Kota Kediri bisa go digital. “Digitalisasi itu bermacam-macam mulai desain, pemasaran dan banyak lagi. Kita ingin pelaku UMKM bisa naik kelas, bertahan dan terus berkembang serta memiliki daya saing. Kita berharap UMKM bisa menguasai digitalisasi untuk meningkatkan usaha mereka,” ujarnya.
Peserta akan mengikuti pelatihan selama tiga hari, 13-15 Juni 2023. Di hari pertama dan kedua peserta diberi materi tentang digital marketing dan hari terakhir peserta akan mengikuti tes uji kompetensi dari Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP).
“Kami harapkan saudara bisa mengikuti kegiatan dari awal hingga akhir serta paham materi yang disampaikan narasumber. Sertifikat yang saudara dapatkan merupakan sebuah pengakuan bahwa usaha saudara sudah tersertifikasi atau diakui,” terangnya.
Di kesempatan sama, Margareta Tri Mulyanti peserta asal Kelurahan Bujel mengungkapkan motivasi mengikuti pelatihan. Perempuan yang memiliki usaha pernak pernik jahit tersebut mengakui kurang menguasai ilmu digital marketing. Dengan mengikuti pelatihan, ia berharap dapat menguasai digital marketing dan memaksimalkan pemasaran usahanya.
“Kalau tentang media sosial dan marketplace sudah sedikit paham, namun untuk lebih mendalami lagi bagaimana menaikkan postingan kita ke media sosial agar bisa dijangkau orang banyak pengetahuan saya masih kurang. Setelah mengikuti pelatihan ini, semoga usaha saya bisa lebih maju dan berkembang,” harapnya.
Reporter: Gatot Sunarko/ Editor: widyawati