
MOJOKERTO (Lenteratoday)- Keluhan soal pelaku parkir yang melakukan pungutan liar (pungli) masuk melalui call center 'Curhat Ning Ita'. Guna mengatasi hal itu serta mewujudkan Kota Mojokerto Bangkit dan Berbenah serta Bersih, pemkot melalui Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Mojokerto menggelar pembinaan petugas juru parkir (jukir).
Sebanyak 140 petugas jukir yang terdaftar di Dishub Kota Mojokerto datang dan hadir dalam pelaksanaan pembinaan serta arahan dari Wali Kota Mojokerto di gedung pertemuan Kelurahan Jagalan, Kecamatan Magersari, Kota Mojokerto, Senin (12/6/2023).
Hadir sebagai narasumber diantaranya, Kanit Tipikor Polresta Mojokerto, Ipda. Muklisin dan Kasi Intel Kejaksaan Negeri Kota Mojokerto, Joko Sutrisno.
Pada kesempatan itu, Wali Kota Mojokerto, Hj. Ika Puspitasari, SE yang akrab disapa Ning Ita berpesan agar petugas juru parkir berlangganan untuk tidak melakukan pungli pada saat beraktivitas di area Kota Mojokerto.
Untuk diketahui, praktik pungli biasanya dilakukan dengan cara menaikan tarif parkir dari aturan yang berlaku, terutama ketika berlangsung event besar. Keluhan ini seringkali masuk ke 'Curhat Ning Ita'.
"Kalau parkir di lokasi dikelola masyarakat, nyuwun tulung (minta tolong) kesadaran panjenengan sebagai juru parkir resmi juga ikut mengawasi. Agar pengunjung tidak merasa dimanfaatkan yang kemudian citranya Kota Mojokerto bisa menjadi buruk," imbau Ning Ita.
Pakir dengan pungli seringkali ditemui saat ada acara atau event besar. Ning Ita menegaskan, event atau acara jangan dimanfaatkan sebagai ajang aji mumpung.
Dari hasil kegiatan tersebut membuahkan kesepakatan dari 140 tenaga juru parkir yang hadir, bila terjadi pelanggaran, mereka akan mendapat teguran. Dan jika terus berulang dilakukan, akan memperoleh sanksi tegas dari Dishub.
Dalam kesempatan itu, juru parkir yang hadir mengungkapkan bila saat event besar, yang mengelola parkir adalah masyarakat setempat. Mendapati fakta tersebut, meski tidak terlibat, Wali Kota pun mengajak para jukir resmi untuk turut mencegah hal terjadinya pungutan liar tersebut.
Masih kata Ning Ita, hal tersebut patut menjadi atensi bersama, mengingat saat ini Kota Mojokerto tengah tumbuh menjadi Kota Pariwisata termasuk wisata belanja.
Belakangan jumlah pengunjung di Kota Mojokerto mengalami kenaikan. Sehingga penting untuk senantiasa memberikan pelayanan terbaik kepada para wisatawan.
"Adanya pengunjung tidak hanya dari dalam Kota Mojokerto saja dan ini merupakan berkah bagi kita. Tapi kalau mereka merasa tidak nyaman dengan pelayanan kita, ini kan jadi tidak berkah untuk kita. Eman-eman," tegas Ning Ita. (*/Wisnu Joedha)
Editor: widyawati