07 April 2025

Get In Touch

BPBD Kota Malang- BMKG Juanda Kerjasama Tanggulangi Kebencanaan

Penandatanganan MoU antara Pemkot Malang bersama BMKG Juanda Sidoarjo, terkait Pelayanan informasi metrologi, klimatologi, dan geofisika serta Pelatihan 57 Responder pada aplikasi Disaster, Selasa (6/6/2023) (Santi/Lenteratoday)
Penandatanganan MoU antara Pemkot Malang bersama BMKG Juanda Sidoarjo, terkait Pelayanan informasi metrologi, klimatologi, dan geofisika serta Pelatihan 57 Responder pada aplikasi Disaster, Selasa (6/6/2023) (Santi/Lenteratoday)

MALANG (Lenteratoday) -Dalam upaya mengoptimalisasi penanggulangan dan informasi kebencanaan di wilayah Kota Malang, Pemerintah Kota (Pemkot) Malang melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat, bersama BMKG Juanda Sidoarjo, melakukan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) terkait pelayanan informasi metrologi, klimatologi, dan geofisika.

Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Kota Malang, Prayitno, mengatakan, satu poin penting dari MoU tersebut yakni adanya penyediaan data potensi kebencanaan yang akan diintegrasikan dalam aplikasi Disaster. Sehingga, ia tengah menyiapkan personel di setiap kelurahan, yang nantinya akan bertugas untuk memastikan bahwa berita atau informasi terkait kebencanaan yang disampaikan kepada masyarakat, benar terbukti akurat dan terkini.

"Kami menyiapkan tim atau personel di setiap kelurahan, agar mereka mampu membuat berita atau informasi yang up to date terkait kebencanaan," ujar Prayitno, ditemui usai memberikan sambutannya pada acara tersebut, Selasa (6/6/2023) siang.

BPBD Kota Malang telah melibatkan 57 relawan sebagai responder. Setiap kelurahan di Kota Malang memiliki satu responder yang merupakan warga asli dengan pemahaman mendalam tentang karakteristik wilayah setempat. Sehingga hal tersebut diharapkannya dapat mempercepat koordinasi dengan Lurah dan Camat setempat apabila terjadi bencana di wilayah Kota Malang.

Menurut Prayitno telah disiapkan aplikasi Disaster pada smartphone android. Masyarakat umum juga dapat mengunduh aplikasi tersebut untuk menginformasikan ataupun meninjau data terkait kebencanaan yang terjadi di Kota Malang.

Kepala Stasiun Meteorologi Kelas I BMKG Juanda Sidoarjo, Taufiq Hermawan, menjelaskan bahwa kerja sama antara BMKG dan BPBD Kota Malang akan berfokus pada pendistribusian data potensi kebencanaan hidrometeorologi.

Menurutnya, BMKG Juanda Sidoarjo akan mengisi dashboard yang telah disediakan oleh BPBD Kota Malang dengan informasi terkait potensi kebencanaan yang terjadi di Kota Malang. Dimana informasi tersebut akan disalurkan melalui aplikasi Disaster kepada masyarakat, terutama kepada relawan, agar mereka dapat mengambil tindakan yang sesuai dan dengan percepatan waktu yang lebih efisien.

"Dengan kerja sama ini, outputnya nanti di aplikasi Disaster, sehingga masyarakat khususnya relawan nanti bisa menindaklanjuti informasi dari kami yang disampaikan oleh dashboard BPBD Kota Malang," ungkap Taufiq (*)

Reporter: Santi Wahyu|Editor: Arifin BH

Share:
Lentera.co.
Lentera.co.