
PALANGKA RAYA (Lenteratoday) -Berdasarkan data dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Palangka Raya, sejak 1 Januari hingga 2 Juni 2023, telah tercatat 22 kasus kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah setempat.
Hal ini dibenarkan oleh Ketua BPBD Kota Palangka Raya, Emi Abriyani, yang menguraikan bahwa pada bulan Januari, Maret dan April masing- masing terjadi 1 kasus karhutla, sementara selama bulan Mei sampai awal Juni 2023 telah terjadi 19 kasus, sehingga total kasus karhutla dari bulan Januari hingga 2 Juni 2023 terdapat 22 kasus karhutla, dengan total luas lahan yang terbakar mencapai 15 hektare lebih.
"Ini menunjukkan terjadi peningkatan yang sangat signifikan pada kasus karhutla di Kota Palangka Raya selama bulan Mei 2023, sehingga ini tidak boleh dibiarkan," papar Emi, Jumat (2/6/2023).
Ia menuturkan, penyebab awal kebakaran tersebut diduga karena adanya unsur kesengajaan dari masyarakat. Namun untuk memastikannya tentu diperlukan penyelidikan lebih lanjut dari pihak berwenang.
Emi melanjutkan, ada lima kecamatan yang mengalami kasus karhutla, yaitu di Kecamatan Jekan Raya, Kecamatan Sabangau, Kecamatan Pahandut, Kecamatan Bukit Batu dan Kecamatan Rakumpit.
Sebelumnya Wali Kota Palangka Raya Fairid Naparin meminta jajarannya, terutama dinas terkait untuk merencanakan strategi antisipasi dan penanganan karhutla.
Pihak terkait yang dikoordinasikan oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) "Kota Cantik" mempersiapkan sarana dan prasarana dalam rangka melakukan tindakan penyelamatan bagi warga yang terdampak.
Dalam rangka mendukung antisipasi dan penanganan karhutla, BPBD Kota Palangka Raya, menggandeng sejumlah pihak terkait melibatkan 300 personel dalam upaya antisipasi dan menangani kebakaran hutan dan lahan.
Sementara itu, Ketua DPRD Kota Palangka Raya, Sigit K Yunianto, mengatakan agar penanganan kasus karhutla dapat berjalan dengan baik dan efektif, harus dilakukan secara bersama- sama dan melibatkan masyarakat.
"Kami meminta kesadaran masyarakat agar karhutla tidak terjadi lagi dan kasusnya dapat ditekan, selain itu harus meningkatkan kewaspadaan dan segera melaporkan kepada pihak yang berwajib atau menghubungi nomor layanan 112 jika melihat adanya kasus karhutla," pungkasnya.
Reporter : Novita|Editor: Arifin BH