
NGANJUK (Lenteratoday) – Bupati Nganjuk, Marhaen Djumadi, menekankan kepada para penyedia barang dan jasa bahwa E-Katalog Lokal harus memberikan prioritas pada produk-produk asli dari Nganjuk.
"Ekonomi Nganjuk harus kita gulirkan dengan orang Nganjuk sebagai subjeknya. Memang komitmen kami APBD untuk rakyat maka ada peralihan beberapa jenis pengadaan barang dan jasa yang mungkin dengan cara yang dulu PL atau lelang sekarang di arahkan ke e-katalog," ujar Kang Marhaen saat membuka sosialisasi dan memberikan bimbingan teknis. Acara tersebut dilaksanakan di Ruang Rapat Anjuk Ladang pada hari Rabu (3/5/2023).
Dia menjelaskan, kebijakan pengadaan barang/jasa melalui mekanisme e-purchasing menggunakan E-katalog merupakan langkah baru yang bertujuan untuk mendukung proses pengadaan pemerintah dalam era digital saat ini.
Penerapan sistem E-katalog juga mendorong transformasi organisasi pemerintah baik di tingkat pusat maupun daerah, dengan memangkas birokrasi, menyederhanakan prosedur, dan mengubah mekanisme pengadaan barang/jasa. Hal ini bertujuan agar organisasi menjadi lebih responsif, transparan, dan dapat diakses dengan mudah, sehingga terjadi keseimbangan dan pengawasan yang baik.
Kang Marhaen Djumadi, menyatakan bahwa perekonomian di Kabupaten Nganjuk harus didorong dengan memperhatikan peran aktif masyarakat Nganjuk. Dia juga mendorong PPK (Pejabat Pembuat Komitmen) dan PPKOM (Pejabat Pengadaan dan Keuangan Organisasi Perangkat Daerah) untuk membeli produk-produk asli Nganjuk sebagai bentuk kebanggaan terhadap produk-produk yang dibuat di Nganjuk.
"Di dalam e-Katalog lokal ini jangan sampai menyalahi peraturan perundang-undangan.
Maka harus bangga produk Nganjuk jangan sampai orang Nganjuk tapi produksinya bukan dari Nganjuk," terangnya.
Kang Marhaen menekankan pentingnya tidak hanya memilih harga yang murah, tetapi juga memperhatikan kualitasnya. Ia mengajak semua pihak untuk membangun kualitas di Nganjuk. Bupati yang berasal dari Kota Bayu ini mengajak untuk membangun budaya mutu dan mendukung produk lokal Nganjuk.
"Jangan milih harga yang murah saja tapi juga memperhatikan kualitasnya. Nganjuk harus kita bangun kualitasnya. Ayo kita bangun budaya mutu dan pro produk lokal Nganjuk," tegasnya.
Acara juga dihadiri oleh Asisten Perekonomian dan Pembangunan, Judi Ernanto, serta perwakilan dari Biro Jasa Pengadaan Barang dan Jasa Provinsi Jawa Timur, Ardi Kasmono. Turut hadir juga pejabat PPTK (Pejabat Pembuat Komitmen) dan PPKOM (Pejabat Pengadaan dan Keuangan Organisasi Perangkat Daerah) dari seluruh Kabupaten Nganjuk. (*)