06 April 2025

Get In Touch

Hadirkan Nuansa Kolonial, Revitalisasi Pasar Buku Wilis Telan Biaya Rp 1,5 Miliar

Pasar Buku Wilis yang akan segera direvitalisasi oleh Pemkot Malang, Sabtu (20/5/2023) (Santi/Lenteratoday)
Pasar Buku Wilis yang akan segera direvitalisasi oleh Pemkot Malang, Sabtu (20/5/2023) (Santi/Lenteratoday)

MALANG (Lenteratoday) - Salah satu pasar legendaris di Kota Malang, Pasar Buku Wilis, akan segera mengalami revitalisasi dengan sentuhan gaya kolonial yang diperkirakan menelan anggaran sebesar Rp 1,5 miliar.

Kepala Dinas Koperasi, Perindustrian, dan Perdagangan (Diskopindag) Kota Malang, Eko Sri Yuliadi, mengatakan, tidak seluruh bagian pasar akan mengalami perubahan, namun perbaikan akan difokuskan pada aspek-aspek yang membutuhkan perhatian, seperti pada atap dan penanganan masalah banjir.

"Ini kan sebenarnya pasar buku legendaris, dulu di jalan Majapahit terus dipindah ke jalan Wilis, nantinya akan kita buat gaya nya seperti jaman-jaman kolonial gitu, seperti tempo dulu (heritage) tapi nanti tidak kita ubah semuanya. Anggarannya sekitar Rp 1,5 miliar," ujar Eko, saat dikonfirmasi oleh awak media, Sabtu (20/5/2023).

Eko menambahkan, mengingat pasar tersebut sebagai sentra perdagangan buku, sehingga perbaikan atap yang selama ini sering bocor menjadi prioritas utamanya. Dengan atap yang kokoh dan tahan air, menurutnya pedagang dan pengunjung akan dapat merasakan kenyamanan yang lebih optimal.

"Yang menjadi permasalahan itu atap, sering bocor dan macem macem. Karena jualannya itu buku, kan kasian. Jadi atap yang menjadi prioritas kita. Nah setelah kita bangun pasti akan meningkatkan kenyamanan para pedagang dan pembelinya. Kadang kan mereka yang datang beli sambil baca, kalau suasannya enak kan nyaman," tambahnya.

Eko menegaskan, dalam rencana revitalisasi tersebut, tidak ada rencana untuk memperluas area pasar. Namun, pihaknya menyatakan bahwa Diskopindag Kota Malang memiliki rencana pengembangan di masa depan yang masih menyesuaikan dengan anggaran yang tersedia.

"Nggak diperluas, tetap luasnya seperti saat ini, lokasi pasar juga tetap, jadi kita perbaiki atap. Rencana ke depan ditingkat, tapi ini sementara masih penyesuaian dengan anggarannya. Ini masih atap dan penanganan banjir juga. Disitu kan juga dekat sungai, belakangnya itu sungai. Nanti kita antisipasi untuk itu," tegasnya.

Lebih lanjut, Eko menyebutkan revitalisasi Pasar Buku Wilis akan mulai dilakukan pada Juni 2023 mendatang dengan estimasi pengerjaan selama 6 bulan. Sementara, menurutnya para pedagang akan direlokasi di area parkiran depan pasar tersebut.

"Bulan depan sudah mulai membangun tempat relokasi, kita pindahkan ke parkir depan, supaya tidak jauh. Karena kita tahu pedagang ini kalau di relokasi jangan terlalu jauh, dekat-dekat lah. Revitalisasi maksimal 6 bulan, sudah kita targetkan selesai. Kita percepat. Kasian pedagang juga kalau lama-lama," tuturnya.

Diakhir, Eko menyampaikan bahwa sampai dengan saat ini, respon pedagang terbilang positif dan siap menerima proses revitalisasi tersebut. Dijelaskannya, hal ini dikarenakan pedagang telah mengerti jika revitalisasi pasar memiliki tujuan baik, yakni untuk menciptakan kenyamanan dan keamanan bagi para warga pembeli dan pedagang di Pasar Buku Wilis.

"Saya kira kita memperbaiki dari yang rusak menjadi baik, saya kira semua pedagang kan pasti mau. Daripada rusak dan bocor, ya memang harus mau. Makanya kalau kita bangun harus meningkatkan kenyamanan, baik untuk yang jual, kenyamanan yang beli. Kalau bisa ada warung kopi juga, jadi nanti pembeli bisa membaca sambil ngopi kopi," tukasnya.

Reporter: Santi Wahyu|Editor: Arifin BH

Share:
Lentera.co.
Lentera.co.