ELEKTABILITAS yang beda tipis di antara nama-nama kandidat calon presiden (capres) membuat posisi calon wakil presiden (cawapres) menjadi penting. Posisi cawapres dinilai bisa jadi penentu kemenangan Pilpres 2024. Tak berlebihan jika disebut, Pemilu 2024 adalah pemilunya cawapres. Terbaru bursa calo pendamping presiden mencuat bukan dari kelompok parati politik (parpol), api dari hasil Musyawarah Rakyat Indonesia (Musra) ke-XVII. Ada 4 nama yang disodorkan yaitu Menkopolhukam Mahfud MD, Ketua Umum Kadin Arsyad Rasyid dan Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko dan Menteri Pariwisata Sandiaga Uno. Ini cukup mengejutkan, karena dalam berbagai hasil lembaga survei keempat kandidat ini tidak ada di urutan teratas. Nama Menteri BUMN Erick Thohir yang seringkali berada di psosi puncak survei elektabilitas tak ada dalam daftar yang diserhkan ke Presiden Joko Widodo (Jokowi) tersebut. . Jokowi pun mengingatkan bahwa konstitusi mensyaratkan yang bisa mencalonkan capres atau cawapres hanya partai atau gabungan partai."Sehingga itu bagian saya untuk memberikan bisikan kuat, kepada partai-partai yang sekarang ini koalisinya juga belum selesai," kata Jokowi di Istora, Minggu (14/5/2023). BACA BERITA LENGKAP, KLIK DI SINI https://cdn.lentera.co/c/newscenter/lenteratoday/2023/05/15052023.pdf
[3d-flip-book id="139607" ][/3d-flip-book]https://cdn.lentera.co/c/newscenter/lenteratoday/2023/05/15052023.pdf">