06 April 2025

Get In Touch

Gelar FGD KLHS, Pemkot Batu Pertahankan Wajah Kota Wisata yang Sehat

Pj Wali Kota Batu, Aries Agung Paewai, saat memberikan arahan pada Forum Group Discussion (FGD) Kajian Lingkungan Hidup dan Sosial (KLHS) dalam Penyusunan RPJPD Kota Batu, Selasa (9/5/2023) (Dok. Prokopim Kota Batu)
Pj Wali Kota Batu, Aries Agung Paewai, saat memberikan arahan pada Forum Group Discussion (FGD) Kajian Lingkungan Hidup dan Sosial (KLHS) dalam Penyusunan RPJPD Kota Batu, Selasa (9/5/2023) (Dok. Prokopim Kota Batu)

BATU (Lenteratoday) – Melalui kegiatan Focus Group Discussion (FGD) Kajian Lingkungan Hidup dan Sosial (KLHS) Pemerintah Kota (Pemkot) Batu tekankan pentingnya mempertahankan wajah Kota Batu, sebagai Kota Wisata dengan lingkungan hidup dan sosial yang sehat.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Batu, Aries Setiawan, mengatakan, pembahasan KLHS merupakan instrumen awal untuk penyusunan pembangunan berkelanjutan, dalam Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah (RPJPD) Kota Batu Tahun 2025-2045 serta RPJMD Kota Batu.

“KLHS membantu pemerintah daerah untuk memastikan bahwa kegiatan pembangunan yang direncanakan, tidak merusak lingkungan dan sosial masyarakat. Sehingga pembangunan dapat dilakukan secara berkelanjutan dan memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat,” ujar Aries, ditemui usai FGD tersebut, Selasa (9/5/2023).

Aries menambahkan, wilayah Kota Batu yang merupakan hulu Daerah Aliran Sungai (DAS) Brantas, ini memiliki tanggung jawab besar untuk menjaga aliran sungai yang selama ini merupakan penyangga kehidupan masyarakat di Jawa Timur.

“Mengingat, sungai tersebut juga telah mengaliri 17 Kabupaten dan Kota di Jawa Timur. Sehingga sebagai kota di bagian hulu, Kota Batu memiliki tanggungjawab besar menjaga sungai Brantas sebagai penyangga kehidupan masyarakat Jawa Timur,” imbuhnya.

Terpisah, Penjabat (Pj) Wali Kota Batu, Aries Agung Paewai, mengajak seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di wilayahnya, untuk memberikan masukan yang baik demi keberlangsungan lingkungan hidup dan sosial di Kota Wisata Batu.

“Jadi untuk mencipatakan Kota Batu sebagai Kota Wisata yang sehat lingkungan hidupnya, sehat lingkungan sosialnya, ayo kita sinergi bersama, karena setiap kegiatan tidak bisa dilaksanakan sendiri. Kita butuh kolaborasi agar bisa berjalan dengan baik,” tegas Pj Wali Kota Batu tersebut.

Lebih lanjut, pria yang juga menjabat sebagai Kepala BPSDM Jawa Timur, ini berharap agar FGD kali ini dapat memberikan manfaat dan rumusan yang diharapkan, yakni mengidentifikasi, mengumpulkan data, analisis data, serta menjaring isu strategis dalam penyusunan KLHS RPJPD Kota Batu.

Sebab menurutnya, dalam proses penyusunan RPJPD, KLHS sangat penting untuk memastikan bahwa kegiatan pembangunan yang direncanakan tidak merusak lingkungan dan sosial masyarakat.

“KLHS dilakukan dengan melibatkan berbagai pihak terkait, seperti tim ahli lingkungan, masyarakat, dan stakeholder lainnya. Dari hasil KLHS tersebut, tim penyusun RPJPD kemudian dapat membuat keputusan yang lebih baik dan berkelanjutan dalam merencanakan pembangunan daerah,” urainya.

Diakhir, Aries menekankan bahwa dengan memperhitungkan dampak lingkungan dan sosial dari kegiatan pembangunan yang akan dilaksanakan, diharapkan pembangunan tersebut mampu dilakukan secara berkelanjutan dan memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat di Kota Batu.

Sebagai informasi, dalam FGD KLHS tersebut juga turut dihadiri oleh Sekretatis Daerah (Sekda) Kota Batu, Kepala BPJS Ketenegakerjaan Kota Batu, Kepala BPS Kota Batu, Bappeprov Jatim, Tenaga Ahli Penyusunan KLHS dan RPJPD beserta tim dari LPPM Universitas Brawijaya (UB), serta Tim Pokja dari Badan Perencanaan Pembangunan, Penelitian dan Pengembangan Daerah (Bappelitbangda) Kota Batu.(*)

Reporter: Santi Wahyu/Editor: widyawati

Share:
Lentera.co.
Lentera.co.