05 April 2025

Get In Touch

Pemkot Mojokerto Lanjutkan Pembangunan Pasar Hewan

Walikota Mojokerto, Hj. Ika Puspitasari, SE saat meninjau lokasi area pasar hewan Sekar Putih, Kota Mojokerto
Walikota Mojokerto, Hj. Ika Puspitasari, SE saat meninjau lokasi area pasar hewan Sekar Putih, Kota Mojokerto

MOJOKERTO (Lenteratoday) -Wali Kota Mojokerto, Hj. Ika Puspitasari, SE yang akrab dipanggil Ning Ita melakukan peninjauan ke area lahan pasar hewan Lingkungan Kelurahan Kedundung, Kecamatan Magersari.

Ning Ita menyampaikan bahwa minat masyarakat untuk memanfaatkan pasar hewan terpusat ini lebih tinggi dibanding pasar hewan sebelumnya yang berlokasi di Cakar Ayam. Oleh karena itu, pembangunan sarana pendukung secepatnya akan segera dilaksanakan.

"Kami upayakan secepatnya setelah lebaran ini kita akan turunkan alat berat untuk segera membuatkan akses alternatif sebelum proyek tahap dua berjalan," ujar Ning Ita, Kamis (27/4/2023).

Masih kata Ning Ita, bahwa sebanyak 50 kios akan dibangun dalam proyek tahap II adalah untuk memfasilitasi para pedagang yang ada disepanjang jalan Sekar Putih. Proyek tahap dua masih berproses di PBJ untuk landscape, pagar dan sisa kios.

"Jadi kios (warung) yang terbangun kan baru 10, sedangkan kebutuhan untuk memfasilitasi pedagang di pinggir jalan kurang lebih ada 50 kios. Saya berharap, dengan memasukan para pedagang di sekitar pasar hewan akan menjadikan kios lebih tertata" jelas Ning Ita.

Harapan kami ke depan, di sepanjang jalan Sekar Putih akan bersih, tidak ada kekumuhan lagi karena adanya warung warung liar dan mereka kita fasilitasi masuk di dalam pasar. Di sekitar pasar hewan Sekar Putih ini juga terdapat dua cagar budaya berupa tugu peninggalan jaman Belanda yang juga akan segera direvitalisasi. Dua tugu ini akan kita revitalisasi sekaligus akan ada taman dengan tema Majapahit.

Selain meninjau pasar hewan, Ning Ita juga meninjau bangunan Kantor DPRD Kota Mojokerto yang berlokasi di jalan Surodinawan, Kelurahan Surodinawan, Kecamatan Prajurit Kulon, Kota Mojokerto. Hal yang menjadikan perhatian adalah belum dioptimalkannya lahan kosong yang ada di sekitar gedung baru tersebut. Menurutnya, lahan kosong tersebut masih dapat dimaksimalkan lagi yang salah satunya adalah dimanfaatkan untuk lahan parkir.

"Lahan untuk gedung kantor DPRD itu sangat luas, namun belum dimaksimalkan untuk pemanfaatan parkirnya. Kita tahu kalau rapat paripurna seluruh OPD dan instansi vertikal hadir. Sehingga dibutuhkan minimal ada kapasitas 50 unit kendaraan roda 4 untuk parkirnya. Terkait waktu untuk menempati gedung baru, kita berikan keleluasaan bagi anggota DPRD Kota untuk menempati. Terserah anggota dewan kapan untuk menempatinya, kita sudah sediakan fisilitasnya," pungkas Ning Ita (*)

Reporter: Wisnu Joedha|Editor: Arifin BH

Share:
Lentera.co.
Lentera.co.