05 April 2025

Get In Touch

Rekayasa Lalin di Kota Malang Berhasil Kendalikan Arus Mudik 2023

Pantauan arus lalu lintas di pertigaan Jembatan Tunggulmas, Kota Malang, terpantau lancar dan lengang
Pantauan arus lalu lintas di pertigaan Jembatan Tunggulmas, Kota Malang, terpantau lancar dan lengang

MALANG (Lenteratoday) – Pemerintah Kota (Pemkot) Malang mengambil beberapa langkah strategis untuk menghindari penumpukan arus mudik dan wisata di momen libur Lebaran Idulfitri 1444 Hijriah.
Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Malang, Widjaja Saleh Putra mengatakan, peningkatan kendaraan selama arus mudik dan arus wisata di Kota Malang, masih dapat diatasi dan dikendalikan.

Hal tersebut juga didukung dengan adanya kebijakan dari Pemerintah Pusat untuk memperpanjang cuti, sehingga tidak ada penumpukan kendaraan pada satu hari tertentu.“Ini adalah bagian dari strategi pemerintah untuk menghindari terjadinya penumpukan seperti itu. Dan kami, bersama Polresta Malang Kota, Polres Malang dan Polres Batu, juga sudah menyusun strategi, bagaimana cara bertindaknya. Yang diantisipasi kemarin itu bukan arus mudiknya saja, tapi arus wisatanya,” ujar Widjaja, saat dikonfirmasi oleh awak media, Kamis (27/4/2023).

Widjaja menambahkan, adanya peningkatan arus wisata diperkirakan terjadi pada H+4 malam hingga Minggu (30/4/2023) malam hari. Untuk mengatasi hal tersebut, pihaknya mengaku telah menyusun strategi yang meliputi pembentukan tim urai, dimana terdiri dari 10 personel Dishub dan 10 personel dari Polresta Malang Kota.

“Maka dari itu, kami sudah membentuk tim urai bersama Polresta, 10 personel dari kami dan 10 dari Polresta, tentu juga ada on call yang siap siaga suatu saat akan bergerak,” imbuhnya.

Selain itu, Widjaja menyampaikan bahwa Dishub Kota Malang juga telah melakukan rekayasa lalu lintas di beberapa titik rawan kemacetan, seperti jembatan Tunggulmas dan Jl. Ahmad Yani hingga menuju pintu masuk Tol Karanglo.

Dalam hal ini, strategi yang dilakukan adalah dengan tidak mengaktifkan traffic light di jembatan Tunggulmas. Serta dengan menutup jalur U-Turn di area yang mengarah masuk menuju Perumahan Graha Kencana, Kecamatan Blimbing.

“Itu kan kemarin kepadatan begitu tinggi, maka kita tutup dengan barrier, jadi U Turn yang mau masuk ke Graha Kencana, itu kami tutup dan kami arahkan lurus ke arah utara, itu yang dari selatan. Itu dilakukan supaya tidak penuh, karena kemarin banyak pengunjung di McD, banyak pengendara yang memanfaatkan istirahat makan disitu juga. Nah ini lah kebijakan yang bersifat sementara,” urainya.

Masih menurut Widjaja, peningkatan kepadatan volume kendaraan di Kota Malang, disebutkannya rawan terjadi pada pukul 09.00 atau 10.00 WIB, kemudian lengang pada siang hari, dan kembali padat pada sore hari.

“Kepadatan kalau kami perhatikan itu mulai siang hari dan sore. Karena biasanya orang mau bergerak itu diantara pukul 09.00 WIB atau 10.00 WIB. Kemudian sore, itu arus baliknya, jadi mereka sudah mau pulang dari berwisata ataupun berpergian itu,” terang Widjaja.

Lebih lanjut, Widjaja juga menekankan bahwa destinasi wisata yang banyak dikunjungi di Kota Malang adalah pusat-pusat perbelanjaan. Sehingga banyaknya pergerakan yang mengarah menuju Mal-mal dikatakannya dapat menyebabkan kemacetan di ruas-ruas jalan.

Oleh karena itu, Widjaja menegaskan bahwa Pemkot Malang melalui Dishub akan berusaha semaksimal mungkin, untuk mengoptimalkan infrastruktur jalanan yang ada, serta melakukan rekayasa lalu lintas di jalan-jalan utama.

“Kalau pemanfaatan jalur alternatif, malah akan mengganggu wilayah jalurnya itu sendiri. Jadi yang sudah kami lakukan adalah membuka arus di jalan utama, misalnya dari 2 jalur kita tambah 3, istilahnya begitu. Jadi kami optimalkan infrastruktur yang ada, untuk mengurai kepadatan volume kendaraan,” tukasnya.(*)

Reporter: Santi Wahyu/Editor: widyawati

Share:
Lentera.co.
Lentera.co.