05 April 2025

Get In Touch

Dampak Pembangunan Kawasan Kayutangan Heritage, Pemkot Malang Raih Penghargaan

(2 berurutan dari kiri) Wali Kota Malang, Sutiaji bersama Kepala Bappeda Kota Malang, Dwi Rahayu, seusai menerima penghargaan PPD Kota Terbaik peringkat ke 2 se Jawa Timur
(2 berurutan dari kiri) Wali Kota Malang, Sutiaji bersama Kepala Bappeda Kota Malang, Dwi Rahayu, seusai menerima penghargaan PPD Kota Terbaik peringkat ke 2 se Jawa Timur

MALANG (Lenteratoday) – Dampak positif pembangunan Kayutangan Heritage telah mengantarkan Pemerintah Kota (Pemkot) Malang, dalam mendapatkan prestasi di bidang perencanaan dengan diraihnya penghargaan Perencanaan Pembangunan Daerah (PPD) terbaik di tahun 2023 ini.

Wali Kota Malang, Sutiaji mengatakan, prestasi tersebut sebagai bukti bahwa pembangunan kawasan Kayutangan Heritage telah berhasil diakui oleh seluruh kalangan masyarakat, terlebih hal tersebut juga telah mendapat perhatian dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur.

“Tahun ini Pemkot Malang mendapat peringkat kedua se Jawa Timur, setelah sebelumnya di tahun lalu menempati tempat ketiga. Ini bukti bahwa kawasan Kayutangan sebagai kawasan wisata heritage berada pada arah pembangunan yang benar. Sehingga dapat diterima dan diakui hasilnya,” ujar Sutiaji, ditemui usai pelaksanaan Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) RKPD Provinsi Jawa Timur 2024, Kamis (13/4/2023).

Sutiaji menambahkan, konsep yang dikembangkan di Kayutangan sesuai dengan tujuan yang diharapkan dari PPD. Khususnya tentang dampak yang dihasilkan dari pembangunan, sehingga memberikan stimulus yang luar biasa bagi wilayah tersebut.

Kedepan penataan Kawasan Kayutangan Heritage dan sekitarnya akan terus dilakukan. Pihaknya yakin, dengan mengadopsi konsep inklusif dan berkelanjutan, hal tersebut akan semakin menguatkan Kayutangan Heritage menjadi ikon wisata sejarah, di Kota Malang.

Terpisah, Kepala Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Malang, Dwi Rahayu, mengatakan, kembali diraihnya prestasi PPD tahun ini, merupakan hasil dari kerjasama berbagai pihak. “Pemilihan tema mengusung aktivasi Malang heritage memang didasarkan pada perkembangan kawasan kayutangan yang terukur keberhasilannya,” serunya.
Senada dengan Wali Kota Sutiaji, perempuan yang akrab dengan sapaan Dwi, ini juga menambahkan, beberapa rencana telah disiapkan untuk pengembangan pembangunan Kayutangan Heritage ke depannya.

“Jadi nanti meliputi koridor stasiun, balaikota, Kahuripan, Pecinan dan kauman. Selain itu juga melakukan Kayutangan Metaverse yang bekerjasama dengan akademisi, creative destination, cross selling serta perlindungan kawasan cagar budaya,” pungkas Dwi.

Sebagai informasi, penghargaan tersebut diberikan langsung oleh Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa. Untuk kategori kota terbaik, jatuh pada Kota Pasuruan, disusul Kota Malang, kemudian Kota Kediri.

Sedangkan untuk kategori Kabupaten terbaik. Peringkat pertama ditempati oleh Kabupaten Lamongan, kemudian disusul Kabupaten Situbondo, dan Kabupaten Trenggalek di peringkat terbaik ketiga.

Reporter: Santi Wahyu|Editor: Arifin BH

Share:
Lentera.co.
Lentera.co.