Penataan oleh Pemkab Kediri Tak Goyahkan Kawasan SLG Jadi Tempat Favorit Ngabuburit Masyarakat

KEDIRI,(Lenteratoday) -Penataan kawasan Simpang Lima Gumul (SLG) di Desa Tugurejo, Kecamatan Ngasem oleh Pemkab Kediri tak mengurangi animo masyarakat menjadikan jujukan favorit ngabuburit menunggu waktu buka puasan di bulan Ramadan 1444 H.
Terlebih saat cuaca cerah, selalu didatangi warga untuk ngabuburit. Terutama di lingkaran Monumen SLG, menjadi tempat terfavorit, dan lokasi PKL yang baru diresmikan Bupati Hanindhito Himawan Pramana selalu ramai dipadati orang yang berbuka puasa.
Ngabuburit (kegiatan menunggu adzan magrib menjelang berbuka puasa) sudah menjadi tren bagi sebagian warga, terutama anak muda untuk menunggu datangnya berbuka puasa.
Wiwik, salah satu pengunjung dari Perumahan Wisma Katang. Mengaku sejak Ramadan hampir setiap hari bersama satu anaknya ke kawasan SLG untuk menunggu Maghrib.
“Selain jaraknya tidak jauh dari rumah, lingkungannya enak. Bisa nyaman dan ngga terasa tibatiba sudah Maghrib aja. Harga makanan yang diperdagangkan penjual tidak mahal,” ujar Wiwik ditemui di kawasan SLG, Senin (10/4/2023).
Sementara Adi, salah satu warga yang mengaku dari Pare, mengatakan kawasan Simpang Lima Gumul memang sangat cocok untuk dijadikan tempat ngabuburit.
"Sebenarnya tidak hanya kawasan SLG saja yang bisa dijadikan tempat untuk ngabuburit. Tapi kayaknya kawasan SLG memang punya daya tarik tersendiri. Mungkin karena ada monumen yang mirip monumen yang ada di Paris, Prancis ini," kata Adi.
Menurut Adi, selain ada monumen, di kawasan SLG juga terdapat taman hijau, kawasan kuliner berbagai macam makanan dan minuman.
"Kami sekeluarga sering menghabiskan waktu untuk menunggu datangnya berbuka puasa di kawasan Monumen Simpang Lima Gumul. Tapi kadang juga ngabuburitnya dekat rumah saja, yaitu di taman dekat Masjid Agung Pare," ujar Adi.
Seperti diketahui, Pemkab Kediri Sabtu (25/3/2023) lalu telah me-launching tagline dan branding baru untuk Kabupaten Kediri. Yaitu dari Kediri Lagi, menjadi Kediri Berbudaya. Tulisan Kediri Berbudaya kini terpampang di tugu di sebelah barat Monumen SLG (Simpang Lima Gumul).
Alasan Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana mengganti destination branding jadi Kediri Berbudaya itu, karena berbudaya merujuk pada akal dan budi pekerti yang maju.
“Yang tadinya (tagline) Kediri Lagi, menjadi Kediri Berbudaya,” tutur bupati yang juga Putra Menseskab Pramono Anung itu saat me-launching tagline baru di acara puncak peringatan Hari Jadi Kabupaten Kediri ke-1219, 25 Maret 2023.
Dhito menyebutkan perubahan tagline destination branding ini didasari kekayan budaya di Kabupaten Kediri. Selain itu, Kediri ini juga dianggap menjadi ibunya peradaban di Indonesia.
Sehingga, tagline Kediri Berbudaya dinilai cocok dengan kondisi dan potensi dari kabupaten yang berpenduduk lebih dari 1,5 juta jiwa itu.
“Berbudaya itu didasari dari banyaknya peninggalan sejarah. Kurang lebih 509 peninggalan sejarah, situs, arca,” kata bupati muda yang gemar mengendari vespa itu (pkp/*)
Reporter: Gatot Sunarko