05 April 2025

Get In Touch

Wali Kota Kediri Cek Titik Genangan Air Kawasan Banjir

Wali Kota Kediri Abu Bakar melihat salah satu titik saluran yang menjadi pemicu banjir.
Wali Kota Kediri Abu Bakar melihat salah satu titik saluran yang menjadi pemicu banjir.

KEDIRI (Lenteraroday)-Meski hari libur kerja, tak menghalangi Wali Kota Kediri Abdullah Abu Bakar melihat langsung ke sejumlah titik genangan air akibat terdampak banjir, Minggu (26/3/2023). Diketahui malam sebelumnya Kota Kediri diguyur hujan deras dan menimbulkan banjir di sejumlah titik.

Dengan mengendarai sepeda motor Wali Kota Abu Bakar memeriksa kondisi saluran air di beberapa titik seperti, Jalan Kapten Tendean, Kelurahan Blabak, Sumber Jiput Kelurahan Rejomulyo, Polaman Kelurahan Manisrenggo, dan Kelurahan Kaliombo.

Tampak ikut mendampingi sejumlah pejabat, diantaranya: Sekda Kota Kediri Bagus Alit, Asisten Perekonomian dan Pembangunan M. Ferry Djatmiko, Kepala DPUPR Endang Kartika, Kepala Dinas Sosial Paulus Luhur, Kepala DLHKP Anang Kurniawan.

"Saat ini saya sedang berada di Polaman Manisrenggo. Dimana ini adalah salah satu titik terendah di Kota Kediri. Sebenarnya daerah ini dulu sudah pernah dinormalisasi," ujarnya.

Abdullah Abu Bakar menjelaskan untuk mengatasi permasalahan banjir Pemkot Kediri memiliki dua upaya. Jangka pendek, dibuat sudetan-sudetan agar ketika hujan lebat air dapat lebih cepat masuk ke Sungai Brantas. Sementara jangka panjang,pada daerah-daerah rawan banjir akan dilakukan perbaikan saluran.

Di mana saluran-saluran di daerah rawan banjir saat ini kecil, seharusnya saluran yang ideal besar dan dalam. "Ada juga yang menyempit sehingga harus direvitalisasi. Nanti air dari berbagai arah bisa masuk ke saluran air yang kita revitalisasi,” ujar wali kota.

“Banjir ini kan disebabkan debit air yang besar dari berbagai arah dan hujan yang terjadi di Kota Kediri kemarin sangat lebat," imbuhnya. Wali Kota Kediri juga mengingatkan agar masyarakat menjauhi aliran sungai ataupun sumber. Sebab tempat-tempat tersebut menjadi tempat penampungan air saat ini. Selanjutnya, masyarakat diimbau untuk tidak membuang sampah pada selokan dan sungai. Dikatakan sampah-sampah ini banyak ditemukan menumpuk di saluran air dan menghambat aliran air.

Pembersihan resapan air secara berkala juga harus dilakukan karena di Kota Kediri banyak resapan air. "Mungkin sampai Mei 2023 curah hujan masih tinggi, saya ingatkan menjauhi aliran sungai dan tidak membuang sampah sembarangan. Kalau ada sesuatu hal sampaikan ke akun sosial media Pemkot Kediri ataupun akun sosial media saya," pesannya.

Sebelumnya, saat terjadi banjir, Sabtu (25/3/2023) malam, Pemkot Kediri bergerak cepat mengatasi banjir agar segera surut. Yakni dengan membantu membersihkan aliran air yang tersumbat, mempercepat air surut dengan pompa, dan pembuatan tanggul dari karung.

Pemkot Kediri juga memberikan bantuan agar masyarakat yang terdampak banjir bisa menjalankan ibadah puasa. Bantuan yang diberikan berupa makanan untuk sahur.(*)

Reporter: Gatot Sunarko/Editor:widyawati

Share:
Lentera.co.
Lentera.co.