05 April 2025

Get In Touch

Jelang Berakhir Uji Coba Satu Arah Kawasan Kayutangan, Dishub: Perlu Penyempurnaan

Taman di Jl. Bromo-Semeru, salah satu titik uji coba satu arah Kawasan Kayutangan Heritage
Taman di Jl. Bromo-Semeru, salah satu titik uji coba satu arah Kawasan Kayutangan Heritage

MALANG (Lenteratoday) –Dua minggu diterapkannya uji coba satu arah di Kawasan Kayutangan Heritage, Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Malang, menilai hal tersebut cukup efektif dalam mengurai masalah kemacetan di Kota Malang, khususnya wilayah Klojen.

“Secara keseluruhan, arus lalu lintas di sekitar Kayutangan dan sekitarnya ini pada prinsipnya lancar, semuanya lancar. Efektif lah, untuk mengurai kemacetan. Tapi tetap, memang ada yang perlu dievaluasi,” ujar Kepala Dishub Kota Malang, Widjaja Saleh Putra, saat dikonfirmasi langsung oleh awak media, Senin (6/3/2023).

Meskipun dinilai efektif, namun Widjaja menambahkan, terdapat beberapa catatan evaluasi yang perlu dilakukan perbaikan kedepannya. Mengingat dalam pekan ini, program uji coba tersebut akan memasuki minggu terakhirnya.

Adapun beberapa catatan perbaikan diantaranya yakni, pergeseran taman di perempatan Jl. Bromo-Semeru (Brosem), kepadatan lalu lintas di beberapa wilayah selama 3 hari di akhir pekan, hingga permasalahan pengaturan area parkir di Jl. Merdeka Timur.

Terkait dengan kepadatan jalan di beberapa wilayah, Widjaja menjelaskan bahwa kepadatan lalu lintas cenderung tidak menimbulkan kemacetan panjang serta hanya bersifat sementara, yakni selama 3 hari di akhir pekan. Beberapa wilayah tersebut meliputi, Jl. Kawi, kawasan Pasar Besar, dan Jl. Merdeka Timur.

“Pada Minggu kedua ini karena beberapa faktor, masyarakat ini banyak yang berkunjung ke Kota Malang, terutama di Malang Olympig Garden (MOG), jadi sekitaran area belanja termasuk ke Pasar Besar juga. Kemudian di hari Jumat sampai Minggu kemarin, karena di depan masjid Jami itu juga ada kegiatan. Tapi ahamdulillah tidak terlalu berarti, hanya ada sedikit kemacetan,” terangnya.

Lebih lanjut, persoalan terakhir yang muncul dalam evaluasi pekan ke 2 kali ini, menurut Widjaja yakni adanya kendaraan yang parkir di Jl. Merdeka Timur dan Jl. Kahuripan. Padahal, pada area tersebut telah terpasang rambu larangan parkir sehingga, sambungnya, tentu aktivitas tersebut sangat mengganggu kelancaran pengguna jalan lainnya.

“Terutamanya ada di depannya Pendopo Kabupaten Malang. Sehingga terjadi kemacetan disana. Tapi kami bersama Polresta langsung melakukan rekayasa. Itu cukup 10 menit selesai, dengan catatan kita mengusir mereka itu. Begitu pula di area di Kahuripan juga padat. Tapi alhamdulillah juga semuanya bisa lancar,” tukas Widjaja.

Salah satu pengguna jalan yang melintas di Kawasan Kayutangan Heritage, Roisyatul mengatakan, selama 2 minggu uji coba ini, diakuinya hampir tidak pernah merasakan kemacetan. Khususnya di jalanan depan RS Saiful Anwar dan Jl. Semeru depan Lai-lai Market.

“Saya rasa ini memang perlu pembiasaan saja, ya. Meskipun awalnya memang harus muter dari jalan Mojopahit ke Basuki Rahmat, tapi saya kira hari pertama ini uji coba satu arah ini worthy, lah ya. Jadinya gak macet meskipun jamnya pulang kantor. Biasanya kan di Lai-Lai situ mesti macet,” ungkap Rois kepada awak media.

Hal senada juga diungkap oleh salah satu warganet, melalui komentarnya di laman postingan Skema Satu Arah, pada media sosial instagram Dishub Kota Malang.

“Gak ribet kok, memang belum kebiasaan saja. Satu arah sudah buat lancar Jalan Basuki Rahmat,” tulis akun bromosemerutour_malang tersebut.

Reporter: Santi Wahyu|Editor: Arifin BH

Share:
Lentera.co.
Lentera.co.