05 April 2025

Get In Touch

Picu Gaduh Soal Sistem Pemilu, Ditutup Kata Maaf Ketua KPU (Koran Selasa,28/2/2023)

https://cdn.lentera.co/c/newscenter/lenteratoday/2023/02/28022023.pdf">

DESEMBER 2022 lalu, Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI Hasyim Asy’ari menyiratkan adanya peluang Pemilu 2024 nanti Indonesia kembali ke sisitem pemilihan tertutup. Hal tersebut tentu saja memicu kegaduhan. Apalagi di saat bersamaan, sistem pemilu dalam UU Pemilu Nomor 7 Tahun 2017 juga digugat ke Mahkamah Konstitusi (MK) karena dianggap bertentangan dengan UUD.Para pemohon mendalilkan bahwa sistem pemilu proporsional berbasis suara terbanyak, telah dibajak oleh caleg pragmatis yang hanya bermodal popular dan menjual diri tanpa ada ikatan ideologis dengan partai politik.Akibatnya, saat terpilih menjadi anggota DPR/DPRD seolah-olah bukan mewakili partai politik namun mewakili diri sendiri. Hingga akhirnya, Hasyim Asy’ari harus menjalani sidang dugaan pelanggaraan kode etik penyelenggara pemilu (KEPP) oleh Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) RI, Senin (27/2/2023). Ketua KPU pun akhirnya meminta maaf. Meski juga ditegaskan, pernyataan soal sistem pemilu sesuai dengan tugas yang diamanakan undang-undang kepadanya yaitu menyampaikan informasi berkaitan dengan perkembangan penyelenggaraan pemilu. Apakah lantas pro-kontra ini akan berakhir? Tampaknya belum karena MK belum memutuskan judicial review sistem pemilu. BACA BERITA, KLIK DI SINI https://cdn.lentera.co/c/newscenter/lenteratoday/2023/02/28022023.pdf

[3d-flip-book id="131709" ][/3d-flip-book]
Share:
Lentera.co.
Lentera.co.