05 April 2025

Get In Touch

Tim Pengendali Gencar Intervensi, Inflasi di Kalteng Terkendali

Tim gabungan harga bahan pokok melakukan sidak di pasar besar Jalan Ahmat Yani, Rabu (11/1/2023) -Ant
Tim gabungan harga bahan pokok melakukan sidak di pasar besar Jalan Ahmat Yani, Rabu (11/1/2023) -Ant

PALANGKA RAYA (Lenteratoday) -Memasuki tahun 2023, tekanan inflasi gabungan seluruh Kabupaten dan Kota yang ada di Kalimantan Tengah (Kalteng), mencatat inflasi yang rendah, yaitu sebesar 0,13 persen atau berada pada peringkat keenam terendah di Indonesia.

Menanggapi hal ini, Ketua DPRD Kota Palangka Raya, Sigit K. Yunianto, berpendapat terkendalinya inflasi gabungan merupakan hasil dari konsistensi penyelenggaraan berbagai upaya atau intervensi oleh Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID).

"Ini adalah hasil upaya bersama TPID bersama pihak terkait dalam mengendalikan inflasi yang dilakukan secara konsisten sejak 2022," papar Sigit, Jumat (24/2/2023).

Selan itu ia juga mendorong agar di tahun 2023 ini pengendalian inflasi terus dilakukan melalui Gerakan Nasional Pengendalian Inflasi Pangan (GNPIP), yakni melalui operasi pasar maupun pasar penyeimbang secara berkala dan intensif.

Legislator yang menjabat sebagai Sekretaris DPD PDIP Provinsi Kalteng ini melanjutkan, peningkatan pasokan pangan melalui peningkatan produktivitas secara internal juga perlu dilakukan. Sehingga pelaksanaan Kerjasama Antar Daerah (KAD) dengan wilayah yang surplus agar ditingkatkan dan diperluas.

"Kedepannya diharapkan TPID provinsi maupun kabupaten dan kota dapat tetap bekerjasama mengencarkan berbagai upaya pengendalian inflasi," terangnya.

Dengan adanya berbagai langkah pengendalian inflasi yang telah dilakukan bersama, Sigit menuturkan, yang tidak boleh dilupakan adalah penyusunan laporan kinerja TPID secara tahunan wajib disampaikan kepada Tim Pengendalian Inflasi Pusat (TPIP), dalam hal ini adalah Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian.

Selebihnya ia menambahkan, posisi inflasi gabungan di Kalteng pada Januari 2023 tercatat sebesar 0,13 persen merupakan capaian yang cukup baik.

Ketua DPRD Kota Palangka Raya, Sigit K. Yunianto

“Capaian ini sudah sangat bagus, semoga dapat dipertahankan dan ditingkatkan agar memberikan dampak positif pada capaian keseluruhan di 2023 ini," ungkapnya.

Sementara itu, Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Kalimantan Tengah, Maghfur, menerangkan bahwa pada pertemuan tim inflasi pusat telah disepakati keputusan untuk menjaga inflasi di 2023 berada pada kisaran target 3%±1%, menjaga inflasi komponen pangan dikisaran 3%-5% saat menjelang HBKN, memperkuat ketahanan pangan domestik serta ketersediaan data pangan.

"Demi mewujudkannya, maka penting seluruh komponen yang ada di Kalteng bisa bergerak bersama dan bersinergi untuk mengendalikan inflasi, khususnya inflasi pangan," pungkas Maghfur.

Berdasarkan data dari Kementerian Pertanian, beberapa komoditas yang selalu mengalami defisit di Kalteng antara lain cabai merah, cabai rawit, dan bawang merah. Komoditas tersebut secara histori juga selalu menjadi penyumbang inflasi terutama jelang Hari Besar Keagamaan dan Nasional (HBKN), sehingga diperlukan penguatan pasokan dari luar daerah.

Reporter: Novita|Editor: Arifin BH

Share:
Lentera.co.
Lentera.co.