07 April 2025

Get In Touch

Tahun ini, 1.033 Calon Jamaah Haji Kota Malang Berangkat ke Tanah Suci

Pusat layanan Haji dan Umrah Terpadu Kantor Kemenag Kota Malang
Pusat layanan Haji dan Umrah Terpadu Kantor Kemenag Kota Malang

MALANG (Lenteratoday) – Di tahun 2023 ini, Kementerian agama (Kemenag) Kota Malang berencana untuk memberangkatkan sebanyak 1.033 calon jamaah haji (CJH) yang berdomisili di Kota Malang. Kepala Seksi Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) Kemenag Kota Malang, Mukhlis, mengatakan bahwa jumlah kuota tersebut masih belum termasuk dengan jamaah yang bermutasi.

“Jamaah haji Kota Malang tahun 2023, insyaallah yang jumlahnya KTP Malang saja, belum yang mutasi, itu ada 1.033,” ujar Mukhlis, saat dikonfirmasi langsung oleh awak media, Kamis (16/2/2023).

Mukhlis menambahkan, 1.033 CJH tersebut merupakan jamaah yang telah mendaftar sejak Maret 2011 hingga November 2011. Dengan rincian yakni, CJH lunas tunda tahun 2020 sebanyak 404 orang, kemudian CJH yang masuk urutan porsi pelunasan sebanyak 588 orang, serta prioritas CJH lansia sebanyak 41 orang.

“Semua yang berangkat ini, kecuali yang prioritas lansia itu daftarnya sekitar Maret 2011 sampai November 2011. Tapi kami menyiapkan cadangan dari CJH yang mendaftar Desember 2011. Rinciannya, yang sudah lunas tunda tahun 2020 ada 404. Kemudian yang urut porsi pelunasan ada 588, kemudian yang prioritas lansia ada 41 calon jamaah haji,” imbuhnya.

Lebih lanjut, Mukhlis menghimbau kepada 404 jamaah tunda tahun 2020 yang telah memiliki paspor, agar meninjau kembali terkait dengan masa berlaku paspor. Hal tersebut dikatakannya sebagai langkah untuk berjaga-jaga apabila terjadi sesuatu hal yang tidak diinginkan, saat di tanah suci nantinya.

“Ada lagi yang perlu disampaikan bahwa kepada para jamaah yang sudah memiliki paspor, sekitar 404 orang ini harus dicek kadaluarsa atau tidak. Karena paspor harus berlaku atau hidup paling lambat 20 Desember 2023. Meskipun haji nanti Oktober 2023 sudah selesai, tapi kita perlu jaga-jaga,” urainya.

Sementara itu, ketika disinggung mengenai ketetapan biaya haji tahun 2023 yang telah disahkan oleh DPR RI bersama Menteri Agama (Menag RI), yakni sebesar Rp 49.812.700,26. Mukhlis mengaku, masih belum mengetahui secara pasti terkait biaya yang akan dibebankan kepada jamaah lunas tunda tahun 2022.

“Karena di draft kemarin kan 49 koma sekian juta. Itung-itungan itu kami masih belum bisa memastikan. Karena kalau saya lihat kemarin informasinya yang tunda tahun 2022, itu bayar Rp 9 koma sekian juta. Nah, kalau mereka sudah membayar 42 juta misalnya, kan seharusnya tinggal melunasi 7 juta, bukan 9 juta,” tukasnya.

Diakhir, Mukhlis menjelaskan bahwa untuk biaya pelunasan, pihaknya masih menunggu adanya Keputusan Presiden (KepPres) tentang biaya haji 2023. Selain itu, pihaknya juga mengatakan, terkait dengan manasik haji untuk CJH Kota Malang, sampai saat ini belum terdapat informasi kapan pelaksanaannya. (*)

Reporter: Santi Wahyu | Editor : Lutfiyu Handi

Share:
Lentera.co.
Lentera.co.