05 April 2025

Get In Touch

Pasca Banjir di Pandanwangi, Pemkot Malang Akan Bongkar Bangunan Tanpa Izin

Wali Kota Malang, Sutiaji saat meninjau lokasi saluran irigasi di kawasan Perumahan De Cluster Nirwana, Pandanwangi, Kota Malang (Dok. Humas Pemkot Malang)
Wali Kota Malang, Sutiaji saat meninjau lokasi saluran irigasi di kawasan Perumahan De Cluster Nirwana, Pandanwangi, Kota Malang (Dok. Humas Pemkot Malang)

MALANG (Lenteratoday) –Wali Kota Malang, Sutiaji bersama jajaran Pemerintah Kota (Pemkot) Malang lakukan peninjauan langsung ke lokasi banjir yang melanda kawasan perumahan De Cluster Nirwana, Pandanwangi.

“Ini untuk memastikan masyarakat yang terdampak banjir dapat teratasi dengan baik. Juga nanti kita menelusuri penyebab banjir yang terjadi di titik-titik tersebut,” ujar Wali Kota Malang, Sutiaji, ditemui usai meninjau lokasi terdampak banjir di Perumahan De Cluster Nirwana, Kamis (9/2/2023).

Sutiaji menambahkan, kawasan perumahan tersebut setidaknya telah dilanda banjir sebanyak 3 kali secara terus menerus, akibat luapan air sungai. Oleh karena itu, pihaknya mengaku akan melakukan normalisasi sungai dan pengecekan ulang terkait dengan perizinan bangunan.

Lebih lanjut, orang yang menduduki kursi N1 ini juga menyampaikan rencananya untuk membongkar bangunan yang berada di atas sungai. Menurutnya, normalisasi sungai membutuhkan upaya untuk pengerukan sedimen dan pelebaran sungai.

“Saya punya keyakinan ketika ini nanti dilakukan normalisasi. Sambil saya minta pada asisten untuk berkirim surat kepada Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS). Karena pelebaran kan wilayahnya bukan Pemkot, kalau sedimen memang di kami. Pelebaran juga tidak melebihi dari lebar awalnya,” urainya.

Sutiaji menekankan tidak akan mentolerir apabila didapati bangunan yang menghalangi atau berdiri di atas sungai. Selain itu, normalisasi sungai dijelaskannya tidak hanya dilakukan di kawasan Perumahan De Cluster Nirwana. Namun juga menyasar ke beberapa wilayah yang terdampak banjir di Kota Malang.

“Nanti seperti di Sawojajar itu juga akan dilakukan normalisasi sungai. Kalau ada yang memang menyalahinaturan, tetap kami pendekatannya persuasif, minta izin. Nanti akses jalan tetap kita kasih karena ini hajat hidup orang banyak. Tapi semua bisa terfasilitasi dengan baik,” tukasnya.

Sementara itu, salah satu warga perumahan yang terdampak banjir, Kusmiati mengatakan, banjir yang terjadi pada Rabu (8/2/2023) siang hari tersebut tidak kunjung surut hingga menjelang malam hari. Meskipun mengaku tidak ada kerugian yang berarti, Kusmiati tetap berharap agar pemerintah dapat segera memberikan solusi terbaik untuk penanganan banjir.

“Pinginnya bisa teratasi, solusinya mungkin di pabrik, irigasinya sempit jadi bisa diperlebar. Karena dari atas air juga ngalirnya ke sini. Gak banyak kerugian, ada semen yang terlanjur kering. Cuman kalau yang di tahun 2022 hancur semua, semua perabot hancur semua gak ada yang tersisa. Sekarang saya bersih-bersih rumah bekas endapan, kotor,” cetusnya.

Reporter: Santi Wahyu|Editor: Arifin BH

Share:
Lentera.co.
Lentera.co.