
MALANG (Lenteratoday) – Pemerintah Kota (Pemkot) Malang melalui Dinas Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) akan melibatkan mantan Kakang-Mbak Yu Kota Malang, sebagai pemandu wisata. Mereka bakal bertugas menemani pengunjung berkeliling menggunakan Bus Malang City Tour (Macito).
Kepala Disporapar Kota Malang, Baihaqi menyatakan, dalam mendampingi wisatawan berkeliling Kota Malang dengan Bus Macito, Kakang-Mbak Yu busa memperkenalkan sejarah Malang Heritage, termasuk perkampungan Kayutangan.“Kami akan melibatkan purna Kakang dan Mbak Yu. Nanti mereka bisa mendampingi saat Macito beroperasi. Mereka kan sudah dibekali pengetahuan budaya dan pariwisata, sehingga itu nanti akan kami manfaatkan. Termasuk juga menyampaikan sejarah Malang heritage seperti apa,” ujar Kadisporapar Kota Malang, Baihaqi, saat dikonfirmasi awak media, Selasa (7/1/2023).
Baihaqi menambahkan, dengan dilibatkannya para purna Kakang Mbak Yu Kota Malang, termasuk menjadi salah satu upayanya dalam meningkatkan pelayanan kepada wisatawan. Sebab menurutnya, hal tersebut akan mengarah pada pertambahan potensi ekonomi Kota Malang.
“Potensi ekonomi yang besar harus dapat ditangkap dan terus dikembangkan secara bersama antara pemerintah dan warga. Hal itu, supaya berdampak positif terhadap kesejahteraan masyarakat. Di 2023 ini kami optimis jumlah wisatawan yang datang ke Kota Malang jauh lebih tinggi dibanding 2022,” tambahnya.
Sejalan dengan Baihaqi, Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Malang, Widjaja Saleh Putra menambahkan, selain akan menggandeng purna Kakang Mbak Yu. Kedepannya, Widjaja juga berencana untuk melibatkan para petugas Dishub dalam memandu wisatawan keliling Kota Malang, menggunakan Bus Macito.
“Nanti dalam memandu wisatawan akan dibantu oleh mantan Kakang Mbak Yu. Satu anggota Dishub nanti juga akan kami latih sebagai pemandu wisata. 2024 kami alihkan ke sana,” ungkap Widjaja.
Disisi lain, Widjaja juga menjelaskan terkait penambahan rute Bus Macito. Dikatakannya, selain beroperasi di pusat kota, pada bulan Maret mendatang Macito juga direncanakan untuk beroperasi di kawasan timur Kota Malang. Yakni meliputi kawasan Kedungkandang atau daerah Jl Ki Ageng Gribig.
“Sementara kan satu yang beroperasi, yang empat masih menunggu plat nomor dari Samsat. Nanti Bus akan bagi tugas. 3 bus beroperasi di tengah kota dan 3 bus di sisi timur. Semuanya akan menuju ke kawasan destinasi wisata,” tukasnya.
Sebagai informasi, masing-masing bus Macito memiliki 18 kursi umum dan 2 kursi khusus untuk difabel. Unit Bus Macito juga telah didesain ramah disabilitas dengan dibekalinya tangga elektrik atau hydrolic untuk penyandang disabilitas menaiki Macito.(*)
Reporter: Santi Wahyu | Editor: widyawati