
BOJONEGORO (Lenteratoday) -Pemkab Bojonegoro melalui Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil menggencarkan perekaman data kependudukan untuk pencetakan Kartu Tanda Penduduk Elektronik atau KTP-El bagi pelajar. Langkah ini sebagai salah satu upaya persiapan menjelang pesta demokrasi pemilu tahun 2024.
Program jemput pelayan perekaman KTP-El bagi pelajar, dilaksanakan di SMKN I Baureno. Dalam perekaman ini dihadiri Bupati Bojonegoro Anna Mu'awanah, Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Yayan Rohman, Kepala Dinas Pendidikan, Perwakilan Cabang Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur, Camat Baureno, dan Kepala SMK 1 Baureno.
Bupati Bojonegoro Anna Mu'awanah mengatakan administrasi kependudukan dimulai dari lahir. Yakni mulai akte kelahiran hingga adanya KTP untuk menunjukkan status kewarganegaraan.
Pemkab Bojonegoro ingin memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat diantaranya dengan program jemput bola perekaman KTP-El bagi pelajar. Petugas datang langsung ke sekolah di Bojonegoro.
"Bagi siswa siswi yang baru mendapat KTP-El harus memanfaatkanya sebaik mungkin. Karena KTP-El tersebut sangat penting sebagai identitas diri," ucapnya, Jumat (27/1/2023)
Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Bojonegoro Yayan Rohman mengatakan perekaman KTP-El di SMK/SMA/MA dan sederajat untuk meningkatkan pelayanan bagi pelajar yang memasuki usia 16-17 tahun. Langkah ini sekaligus mendukung program kependudukan dan pencatatan sipil.
Tujuan dilakukanya perekaman KTP-El untuk terwujudnya basis data kependudukan yang akurat dan dapat digunakan identitas diri, pengurusan SIM, pembukaan rekening bank, masuk perguruan tinggi serta menggunakan hak pilih dalam pemilu/pilkada dan persyaratan utama dalam banyak hal lainnya.
"Di SMK Baureno ada 400 siswa usia 16 tahun dan 294 siswa usia di atas 17 tahun. Nantinya bagi siswa yang telah berusia 17 tahun dan sudah melakukan perekaman dan telah divalidasi oleh Dirjen Dukcapil Kemendagri KTP-El dapat dicetak dan langsung diserahkan kepada siswa. Sedangkan bagi siswa yang usia 16 tahun KTP-El baru bisa dicetak setelah usia diatas 17 tahun," pungkasnya.
Reporter: Asepta, Rls|Editor: Arifin BH