05 April 2025

Get In Touch

Pengurus Kampoeng Heritage Kajoetangan Tepis Isu Sepi Pengunjung

Kampoeng Heritage Kajoetangan, hari Jumat (20/1/2023)
Kampoeng Heritage Kajoetangan, hari Jumat (20/1/2023)

MALANG (Lenteratoday) –Ketua Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Kampoeng Heritage Kajoetangan, Mila Kurniawati, menampik kabar sepinya pengunjung pada salah satu ikon wisata sejarah di Kota Malang ini. Menurut Mila, sejak dibuka kembali mulai Juni 2022 lalu, Kampoeng Heritage Kajoetangan cenderung mengalami peningkatan grafik pengunjung, hingga saat ini.

“Jadi selama pandemi kan kita tutup total. Baru kita buka lagi di bulan Juni 2022. Sebetulnya kalau dihitung mulai Juni sampai sekarang awal tahun. Sebenarnya grafik kita naik,” ujar Mila saat dikonfirmasi, Sabtu (21/1/2023).

Namun, Mila tak menepis terjadinya penurunan pengunjung, apabila dibandingkan dengan tingkat kunjungan di tahun-tahun sebelum terjadinya pandemi Covid-19.  

“Terlebih saat kita baru memulai lagi, koridor ini sudah jadi. Akhirnya memang kalau dibandingkan dengan koridor luar yang gratis istilahnya. Memang jumlahnya gak sebanding. Itu saja,” tambahnya.

Dijelaskan oleh Mila, keberadaan koridor Kayutangan memang cukup mempengaruhi antusiasme pengunjung, untuk berkunjung ke dalam kampung. Pasti terdapat dampak negatif dan positif, sambungnya, dengan adanya koridor tersebut.

“Positifnya ada, misalnya banyak warga Malang sendiri belum tahu kalau disini ada Kampung Heritage. Nah, dengan dibangunnya koridor itu mereka jadi tahu kalau di dalam ada kampung wisata. Itu sisi positif yang bisa menjadi sisi promosi bagi kami,” jelasnya.

Sementara, dari sisi negatif dampak adanya Koridor. Mila menyebutkan bahwa dengan adanya kafe-kafe ditambah sulitnya akses parkir para pengunjung. Maka, hal tersebut berakibat menurunnya minat wisatawan untuk masuk ke dalam kampung.

Untuk itu, pihaknya telah menyiapkan beberapa rencana yang diharapkan dapat semakin menggugah ketertarikan pengunjung, untuk menjelajah isi Kampoeng Heritage Kajoetangan.

“Nah kita akan mencari pembeda-pembeda dengan koridor. Jadi nanti akhirnya tidak menjadi saingan namun menjadi saling melengkapi. Karena mungkin kalau dari sisi diluar tidak dapat, kita yang akan memenuhi apa yang dicari pengunjung, di dalam kampung. Mungkin dari segi kuliner jadul, dan menonjolkan heritage sebenarnya,” urai Mila.

Selain itu, Mila juga mengaku telah melakukan diskusi dengan pihak Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar), terkait dengan rencana penyelenggaraan event di dalam perkampungan Kayutangan.

“Kemudian sudah dijanjikan oleh Kepala Disporapar, nanti akan ada event yang mungkin dapat menarik massa lagi. Kalau yang sudah masuk di kalender event 2023, itu ada dua. Di bulan Juni dan Oktober. Tapi nanti akan ketambahan dengan adanya event Padang Bulan,” tuturnya.

Lebih lanjut, terkait dengan rencana gelaran Padang Bulan. Mila menyebutkan bahwa event yang diselenggarakan setiap tanggal 15 kalender Jawa ini nantinya akan mengusung tema-tema yang berbeda dan beragam.

“Nanti hampir setiap bulan di tanggal 15 (tanggalan jawa). Nanti mungkin akan dimulai di bulan Februari. Rencananya berganti-ganti tempatnya, karena kalau kita kan cukup luas dan panjang. Mungkin nanti ada yang di pinggir sungai, banyu biru atau dimana saja,” tandasnya.

Menanggapi hal tersebut, Kepala Disporapar Kota Malang, Baihaqi mengaku, akan mengadakan event besar di Kawasan Kayutangan Heritage pada tahun 2023 ini. Hal tersebut tentu saja merupakan suatu upaya meningkatkan wisatawan serta promosi destinasi wisata Kayutangan Heritage secara lebih masif.

“Yang pasti untuk 2023, di Kayutangan akan kita gelar event besar untuk menarik kunjungan wisata, dan memberikan manfaat bagi masyarakat di kawasan Kayutangan. Nanti bisa masuk kampung. Jadi tidak hanya di koridor atau jalan rayanya. Tapi kami upayakan untuk bisa masuk kampung,” tegas Baihaqi.

Reporter: Santi Wahyu|Editor: Arifin BH

Share:
Lentera.co.
Lentera.co.