GUBERNUR Jawa Barat (Jabar) Ridwan Kamil (RK) mengumumkan dirinya resmi bergabung sebagai kader Partai Golkar. Posisi mentereng pun langsung disandang, yaitu Wakil Ketua Umum Bidang Penggalangan Pemilih dan co-chair Badan Pemenangan Pemilu (Bappilu) partai berlambang pohon beringin ini. Langkah Kang Emil tersebut dinilai berani dan pintar. Sebab, akan terbentuk simbiosis mutualisme atau relasi saling menguntungkan antara keduanya . Golkar mendapatkan sosok pengungkit elektabilitas di Jawa Barat (Jabar) dan nasional secara keseluruhan. Secara personal, Ridwan Kamil butuh kendaraan politik agar periode 2024-2029 bisa ‘naik kelas’ menjadi wakil presiden (wapres) atau minimal menteri. Atau bila tetap ingin di posisi gubernur, Golkar bisa menghantarkan RK ke kursi Jabar 1 lagi atau malah ke DKI. Namun, di sisi lain ini bisa menjadi langkah blunder. Sebab, dengan berbendera ‘kuning’ peluangnya menjadi Calon Presiden (Capres) sangat kecil. Pasalnya, Golkar sejak awal berkomitmen akan mengusung Ketua Umum, Airlangga Hartarto. Padahal, dilihat dari sisi survei elektabilitasnya mumpuni. Apalagi di ranah digital, Kang Emil memiliki total pengikut sebanyak 30 jutaan. Rinciannya di Instagram sebanyak 19,7 juta, Twitter 5,4 juta, Facebook 3,8 juta, dan TikTok 1,5 juta. BACA BERITA LENGKAP, KLIK DI SINIhttps://cdn.lentera.co/c/newscenter/lenteratoday/2023/01/19012023.pdf
[3d-flip-book id="127290" ][/3d-flip-book]https://cdn.lentera.co/c/newscenter/lenteratoday/2023/01/19012023.pdf">