
SURABAYA (Lenteratoday) - Berkontribusi dalam Pameran Pesona Anggrek di Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya, Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Surabaya mengklaim bahwa anggrek memiliki harga jual paling stabil dibandingkan tanaman lain. Selain itu, juga dapat dimanfaatkan menjadi beragam produk kreatif.
"Dia nilai jualnya itu stabil, jadi beda dengan tanaman yang lain, pasti cenderung naik turun. Kalau anggrek itu stabil, jadi dari abad ke berapa sampai sekarang, anggrek itu peminatnya juga banyak," ujar Anis Satu Risda, Tenaga Laboratorium DKPP (14/12/2022).
Lebih lanjut, Anis menjelaskan sejumlah produk yang bisa dihasilkan dari budidaya anggrek. Mulai dari souvenir hingga produk kesehatan, seperti minyak atsiri.
"Bisa dibuat souvenir, terus buat penelitian, terutama pada jurusan biologi sama pertanian. Daunnya ini biasanya kalau sudah mati, dikerasin pakai bahan pengeras, nanti dibuat bros. Terus kalau bunganya, didistilasi atau apa itu juga bisa menghasilkan minyak atsiri," terangnya.
Adapun waktu yang dibutuhkan dalam pembudidayaan anggrek hingga dapat dimanfaatkan yakni sekitar 3-4 tahun dari penumbuhan bibit. Kendati demikian, satu bibit anggrek dapat menghasilkan berkali-kali lipat bibit.
Menambahkan, Anis juga menyampaikan bahwa anggrek dapat dibudidayakan dengan kondisi suhu yang tinggi. Hal tersebut dibuktikan dengan keberhasilan DKPP dalam membudidayakan 8 jenis anggrek di greenhouse miliknya.
Mengapresiasi gelaran ini, ia berharap pameran tanaman, khususnya anggrek, tidak hanya diselenggarakan sekali ini. Melainkan, dapat dilakukan secara rutin untuk mendorong masyarakat dalam lebih mencintai tanaman.
"Terus nanti ajang seperti ini juga sangat bagus buat warga, terutama warga MBR (Masyarakat Berpenghasilan Rendah). Jadi kita bisa membantu mereka untuk pelatihan budidaya," katanya. (*)
Reporter : Azifa Azzahra | Editor : Lutfiyu Handi