06 April 2025

Get In Touch

Terbatasnya Lahan Parkir Sebabkan Kampung Kayutangan Heritage Kurang Diminati Wisatawan

Koridor Kayutangan Heritage yang telah dipercantik dengan bangku-bangku. Nampak beberapa kendaraan juga terparkir di pinggir jalan.(Foto:Santi/Lentera)
Koridor Kayutangan Heritage yang telah dipercantik dengan bangku-bangku. Nampak beberapa kendaraan juga terparkir di pinggir jalan.(Foto:Santi/Lentera)

MALANG (Lenteratoday) – Pemerintah Kota (Pemkot) Malang saat ini tengah fokus pada pembangunan dan penataan koridor Kayutangan Heritage. Namun, nampaknya upaya mempercantik area itu belum memberikan dampak yang signifikan terhadap peningkatan wisatawan Kampung Kayutangan Heritage. Salah satu tantangannya adalah keterbatasan lahan parkir.

“Dengan pembangunan Kayutangan koridor ini, tidak menutup mata juga pasti berefek ke dalam, tapi belum signifikan. Cuma memang karena pandemi juga kita terdampak. Jadi kalau dibandingkan sebelum pandemi, kita memang belum menyentuh target pengunjung,” ujar Ketua Pokdarwis Kayutangan, Mila Kurniawati, Sabtu (3/12/2022).

Mila kemudian menilai bahwa masalah lahan parkir menjadi salah satu penyebab kurangnya minat wisatawan untuk berkunjung ke Kampung Heritage. “Ya, yang jadi sedikit masalah memang tersendat di luar. Karena kan parkirnya di luar, kalau pengunjung baru parkir di koridor, itu sudah disuguhi kafe-kafe. Jadi seolah tidak tertarik ke dalam,” jelasnya.

Tak dipungkiri memang, dengan dipercantiknya tampilan Koridor Kayutangan, serta banyaknya kedai kopi yang bermunculan di area tersebut. Membuat banyak pengunjung, imbuh Mila, lebih banyak menghabiskan waktu tanpa melihat kondisi perkampungan heritage di dalam.

“Jadi kami harus membuat perbedaan disini. Segmen kami buat berbeda. Istilahnya agar kami tidak merasa khawatir akan jumlah kunjungan. Kalau kami kan siang sampai sore,”

Dengan membuat segmentasi tersebut. Mila optimis lambat laun Kampung Heritage Kayutangan akan kembali dibanjiri oleh wisatawan. Dikatakannya, berbicara tentang Kayutangan Heritage, maka tidak hanya sebatas koridor. Namun justru kekayaan yang mengandung unsur sejarah tersimpan dalam perkampungannya.

“Kalau cuma lihat di koridor ini pengunjung menemukan apa? Tapi kalau benar-benar mendalami apa itu produk heritage, seperti apa bentuk bangunan bersejarah. Itu kan bisanya hanya di dalam kampung. Itu sih semarak kami untuk tidak takut tersaingi dengan koridor,” serunya.

Disisi lain, sebagai kelompok Pokdarwis yang menaungi semua aspirasi masyarakat Kayutangan. Mila memberikan saran kepada Pemkot Malang agar memberlakukan regulasi untuk lebih mengangkat nilai-nilai heritage yang ingin ditonjolkan dari Kayutangan.

“Mungkin saran dan masukan untuk pemerintah. Karena disini kawasan heritage. Sebetulnya ya harus ada regulasi, entah itu pertunjukan musiknya bernuansa heritage, atau kafenya juga menjual produk-produk heritage dari warga kami di dalam, kan gitu maunya. Tapi tetap, PR bersama itu ya masalah parkir,” tandasnya.

Diakhir, sesuai dengan penuturan Mila. Semenjak kembali dibuka pada Mei 2022, Kampung Kayutangan Heritage telah didatangi rerata 400 pengunjung setiap bulannya. Hal tersebut memang dirasa kurang, apabila dibandingkan dengan jumlah pengunjung pada saat sebelum pandemi, yakni sekitar 3000 orang, per bulan.

Terpisah, kurangnya minat pengunjung juga dikonfirmasi oleh salah satu penjaga tiket masuk di Kampung Kayutangan Heritage. Dijelaskannya bahwa kebanyakan pengunjung saat ini berasal dari kalangan mahasiswa. “Ada 400-an sampai 500-an tiap bulannya. Tadi ini ada dari mahasiswa Jogja. Kemarin Surabaya. Kebanyakan pelajar memang, soalnya kan sudah ndak pandemi,” cetus salah satu penjaga tiket masuk di Kampung Kayutangan Heritage.(*)

Reporter: Santi Wahyu | Editor:Widyawati

Share:
Lentera.co.
Lentera.co.