05 May 2025

Get In Touch

Mahasiswi Selundupkan Sabu ke Lapas Pemuda Madiun, Ini Modusnya

Pelaku penyelundupan narkoba ke dalam Lasdaun (baju hitam) diamankan petugas.
Pelaku penyelundupan narkoba ke dalam Lasdaun (baju hitam) diamankan petugas.

MADIUN (Lenteratoday) – Petugas Lapas Pemuda Madiun (Lasdaun) berhasil menggagalkan penyelundupan narkoba jenis satu dan ekstasi oleh seorang gadis yang mengaku sebagai mahasiswi. Pelaku bernama Hariyati asal Desa Sugihwaras Kec/Kab. Lamongan diamankan di Polres Madiun Kota untuk penyelidikan lebih lanjut.

Modus penyelundupan yang dilakukan pelaku cukup unik. Dia memasukkan barang terlarang tersebut ke dalam ayam goreng tepung (ayam crispy) yang akan dikirimkan ke keponakannya di dalam Lasdaun.

Dalam rilis yang diterima Lenteratoday, Rabu (12/10/2022), Kalapas Ardian Nova Christiawan membenarkan adanya kejadian tersebut. Terbongkarnya penyelundupan sabu ini bermula pada Kamis (6/10/2022) sekira pukul 14.20 WIB. Saat itu, pelaku menuju Ruang Layanan Terpadu untuk menitipkan barang atau makanan kepada Rony Ardiansyah yang sedang menjalani masa pidana.

Setelah berhasil melewati pengecekan administrasi, pelaku, Hariyanti melanjutkan ke loket pemeriksaan barang. Di loket tersebut Petugas mencurigai keadaan ayam goreng tepung yang tidak sesuai dengan ukuran pada umumnya. Sehingga Petugas memotong menjadi beberapa bagian, hasilnya petugas menemukan 4 plastik bening berisi kristal putih.

Petugas menemukan narkoba dalam ayam krispi yang akan dikirimkan ke dalam Lasdaun.

“Sabu dan ekstasi tersebut dimasukkan pada 1 paha dan 2 dada ayam goreng tepung. Barang buktinya 4 butir ekstasi dan bruto sabunya 3,5 gram. Alibinya, barang tersebut akan dititipkan ke keponakannya. Setelah di dalami ternyata bukan untuk yang bersangkutan, atau di limpahkan ke warga binaan lain,” jelas Kalapas.

Mendapatkan laporan tersebut, Kalapas Ardian Nova segera bersinergi dengan Satreskoba Polres Madiun Kota untuk melakukan pemeriksaan lebih lanjut, berikut mengamankan barang bukti. Sedangkan warga binaan yang terlibat diberikan hukuman disiplin karena pelanggaran tersebut merupakan pelanggaran kategori berat.

“Hukuman disiplin tingkat berat pasti. Bahkan kita akan lakukan pemindahan ke Lapas lain ke luar Provinsi jika perlu,” tegas Kalapas.

Sebagai informasi, berdasarkan Sistem Database Pemasyarakatan (SDP) Lapas Pemuda Madiun, Hariyanti telah melakukan penitipan barang sebanyak 6 kali dengan tujuan penitipan barang atau makanan kepada narapidana yang berbeda-beda.

“Yang jelas kita memperketat pemeriksaan barang secara manual dan mengoptimalkan x-ray. Semua utama, masing-masing bagian tersebut dimaksimalkan. Kita tetap perketat tanpa mengurangi humanis pelayanan,” pungkasnya. (*)

Sumber : Humas Lasdaun | Editor : Lutfiyu Handi

Share:
Lentera.co.
Lentera.co.