06 April 2025

Get In Touch

Migrasi LPG ke Kompor Induksi: Mengatasi Masalah dengan Masalah? [Koran Kamis,22/9/2022]

https://cdn.lentera.co/c/newscenter/lenteratoday/2022/09/22092022.pdf">

PEMERINTAH  berencana menghapus LPG 3 kg dan menggantikan keberadaan gas subsidi tersebut dengan kompor induksi 1.000 watt. Kritikan pun mencuat, apalagi para penggunanya mayoritas berasal dari keluarga dengan tingkat ekonomi rendah. Tak perlu rumus matematika yang rumit, rakyat yang di rumahnya terpasang 450 VA hingga 1.200 VA  bisa dipastikan listriknya ‘njeglek’ (Jawa:pemadaman) saat kompor induksi dicolokkan. Sebab dalam hitungan kasar, daya listrik 1.200 VA mampu dibebani pemakaian sebesar 1.056 watt. Walhasil, mau tak mau daya harus naik minimal 2.200 VA. Setelah menghitung lampu hingga TV. Bayangkan pengeluaran yang timbul. Biaya menaikkan daya hingga tagihan listrik makin mahal karena masuk golongan R-1/ TR daya 2.200 VA dengan tarif  Rp 1.444,70 per kWh. Padahal bila sebelumnya daya terpasang 450 VA hanya dikenakan tarif Rp 415 per kWh dan untuk pelanggan 900 VA sebesar Rp 586 per kWh. Klaim PLN bila masyarakat bisa hemat hingga Rp 8.000 per kilogram LPG pun patut diragukan. Mengatasi masalah dengan masalah baru dong?Bukan hemat tapi malah ‘boncos’ (rugi,Red).BACA BERITA LENGKAP, KLIK DI SINI https://cdn.lentera.co/c/newscenter/lenteratoday/2022/09/22092022.pdf

[3d-flip-book id="113179" ][/3d-flip-book]
Share:
Lentera.co.
Lentera.co.