07 April 2025

Get In Touch

Post Humor & Ekology, Karya Perupa Syalabi Saat Membaca Peristiwa dengan Sense (Post) Humor

Diskusi seni rupa Pameran Post Humor & Ekology.
Diskusi seni rupa Pameran Post Humor & Ekology.

SURABAYA (Lenteratoday) - Begitu banyak peristiwa yang terjadi di sekitar kita yang sedikit aneh. Peristiwa-peristiwa itu lucu dan menjadi humor. Demikian perupa Ahmad Syalabi mengungkapkan pembacaan peristiwa dalam diskusi yang membahas karya-karya yang dipamerkan di Gedung Khrisna Mustajab AKSERA Lembaga Pengembangan Seni Rupa Jalan Dukuh Kupang XXVII / 20 Surabaya, Minggu (18/9/2022).  

Syalabi menyebutkan, produk humor itu tidak hanya seputar pengalaman pribadi, namun juga termasuk peristiwa sosial politik yang aktual. Dalam pameran ini, karya baru dan lama yang ditampilkan, berupa sketsa, drawing, kartun, lukis, hingga karya tiga dimensi. Selain itu, dokumentasi foto dan publikasi pameran sebelumnya, juga ditampilkan sebagai jembatan post even.

Saat memasuki ruang galeri Aksera ini, memang tampak beragam bentuk benda-benda yang dipamerkan. Mulai bentuk sesosok manusia setinggi kira - kira 15 cm sedang duduk hingga aneka warna dan corak pada jamban pria yang menggantung di dinding.

(Nomer dua dari kiri) Sulis, Prof Dr. Hotman Siahaan, Syalabi, Kalaksa BPBD Jatim Budi Santosa, Hari Prajitno dan bersama dua pengunjung pameran

Hari Prajitno, salah satu kurator, yang juga dosen Sekolah Tinggi Kesenian Wilwatiksa (STKW) Surabaya ini menyampaikan, bahwa karya Syalabi cukup ‘elek’ atau unik, sehingga layak untuk dipamerkan di AKSERA. “Elek itu bisa diartikan sebagai langka atau unik, yang memiliki upaya dekonstruksi, yang maknanya adalah mengangkat yang terpinggirkan,” ucap Hari.

Dirinya berharap para perupa tidak menggunakan pola konvensional dan mampu melahirkan hal – hal baru, yang selama ini tidak terpikirkan atau malah terpinggirkan. Dengan begitu, upaya pengembangan yang menjadi tujuan dari Lembaga Aksera ini akan berjalan.

Tak hanya soal karya yang ‘elek’ dalam penilaian Hari, perupa Syalabi juga menarik perhatiannya karena proses kreatif yang sungguh-sungguh. “Jadi karena saya kenal dengan Syalabi, saya lihat bagaimana Syalabi yang terus menerus berkarya, saya lihat dia bersungguh - sungguh.  Itu sebenarnya kriteria untuk menggelar karya di Aksera ini,” tambah Hari.

Meski diakui pula oleh Hari, Syalabi yang juga anggota komunitas Museum of Mind (MOM) ini memiliki banyak bentuk dan ide dalam berkarya. “Tidak fokus hanya di satu bentuk atau pola. Dia punya banyak hal yang memicunya untuk berkarya. Satu hal lagi keunikannya, dalam berproses dia juga mencermati lingkungan. Misalnya saat melukis dia merasakan dan mendengar angin berhempus, maka angin iitu bisa muncul dalam karyanya. Entah bentuknya jadi miring karena tertiup angin,” papar Hari lagi.

Responsif terhadap apa yang terjadi di alam sekitar. Ini juga menjadi catatan dari kurator Hari Prajitno, saat Syalabi menyebut karyanya juga bertema Ekologi. “Kita sendiri harus selalu bertanya, bagaimana kita menyadari ekologi kita, bila di sekitar kita hanyalah ada benda-benda, itulah ekologi kita,” pungkas Hari dalam diskusi.  

Pameran bertajuk Post Humor & Ekology ini dibuka pada Rabu (31/8/2022) oleh Prof Dr. Hotman Siahaan, Kalaksa BPBD Jatim Budi Santosa, Hari Prajitno dan Sulis yang keduanya adalah staf pengajar STKW. Pameran ini berlangsung hingga Selasa (20/9/2022).

Reporter : Miranti Nadya | Editor : Endang Pergiwati

Share:
Lentera.co.
Lentera.co.