07 April 2025

Get In Touch

Andy Sugix, Desainer Malang Dibalik Gelaran Brawijaya Fashion Week

Peragaan busana hasil karya Andy Sugix.
Peragaan busana hasil karya Andy Sugix.

MALANG (Lenteratoday) – Satu lagi, desainer asal Malang yang merambah dunia fashion nasional bahkan internasional. Dia adalah Andy Sugix, yang belakangan ini dipercaya menjadi  guide dan mentor dalam gelaran Brawijaya Fashion Week yang akan diselenggarakan pada awal September mendatang.

Prestasi Andy, yang juga desainer Istri Wali Kota Malang beserta keluarga ini terbilang cemerlang, di kancah nasional juga internasional. Di event nasional, ia pernah mengikuti fashion show di ajang bergengsi Muslim Fashion Festival bertempat di Jakarta Convention Center. Ia juga pernah menjadi guess designer, membantu tim Fashion designer ternama Indonesia.

Di kancah internasional, Andy pernah memamerkan karyanya dalam ajang Hongkong Fashion Week.  "Produk sudah masuk ke Hongkong, Singapore, dan beberapa negara. Tahun ini rencananya akan ke Eropa dan Turkey," ungkap Andy Sugix, owner Value (of) Andy Sugix, ketika dihubungi via telepon pada Jumat (5/8/2022).

Andy menyebut ada beberapa project terdekat yakni akan ada fashion show di beberapa negara. "Akan ada Jakarta Muslim Fashion Week. Desember juga akan ada di Jakarta tepatnya Pacific Place, ada juga nantinya Malang Fashion Runaway. Kemudian ada rencana untuk tampil di beberapa negara, dan semoga covid tidak naik lagi," terangnya.

Pria yang sudah 17 tahun berkecimpung di dunia Fashion sebagai seorang fashion desainer ini mengaku tidak memiliki basic sekolah tata busana. Ia selalu mencari solusi dengan mengikuti lomba-lomba untuk memperoleh beasiswa sekolah fashion.

"Saya sering mengikuti lomba-lomba, sampai akhirnya ikut salah satu lomba di Surabaya dan diangkat menjadi salah satu tim designer ternama dari Jakarta yakni Musa Widyatmojo," kata Andy.

Ia kemudian memutuskan untuk hijrah ke Jakarta. Namun karena beberapa alasan, setelah kurang lebih satu tahun di Jakarta, Andy memilih kembali ke Malang. Andy menceritakan bahwa ia masih giat mencari beasiswa di tengah prosesnya meniti karir di Malang.

"Saya sempat memenangkan beasiswa untuk sekolah fashion di Bali. Saat itu saya bingung lanjut atau tidak karena karir di Malang sedang pada tahap pengembangan. Artinya saya harus memilih salah satu antara beasiswa atau fokus mengembangkan usaha di Malang. Sampai keputusannya adalah saya memilih tetap di Malang," terangnya.

Andy, kini bagai membuktikan eksistensinya dengan sudah 5 tahun tergabung dalam Asosiasi Indonesia Fashion Chamber (IFC) bersama designer ternama Indonesia, salah satunya yakni Deden Siswanto.

Sebagai seseorang yang dipercaya untuk menjadi mentor dalam acara Brawijaya Fashion Week (BFW), Andy menjelaskan bahwa perlu adanya pemahaman mengenai penggunaan kata fashion week dalam gelaran BFW ini.

"Bagaimana konsep fashionnya, aturannya bagaimana, kemudian kalau kita merujuk ke kata fashion week itu artinya lama acara diselenggarakan harus minimal 3 hari. Kemudian juga harus ada unsur seller dan buyer-nya," terangnya.

"Dari 2017 saya sudah dimintai tolong oleh mahasiswa yang tergabung dalam event organizer EOMIXTH ini. Mereka ini dibentuk dari mahasiswa FISIP jadi bukan termasuk EO profesional, kemudian dari tahun ke tahun kita tahu panitianya pasti ganti, jadi disini saya lebih masuk untuk menjadi mentor mereka, memberi pemahaman tentang fashion," jelas Andy lebih lanjut mengenai awal mula ia bergabung menjadi mentor BFW.

Disinggung terkait dengan pemilihan tema, Andy menyatakan selalu mengikuti tema yang sudah dipilih oleh para mahasiswa atau panitia.

"Tema yang sudah dipilih saya berikan penguatan lagi. Misalnya untuk tema sustainable saat ini, media apa yang harus ada, materinya bagaimana saja, terus bentuk sustainable fashion ini seperti apa," katanya.

Andy juga mengungkap bahwa ia memberi masukan untuk salah satu agenda pre-event yakni Fashion Designer Award.

"Disitu kita nembaknya (untuk peserta) dari anak anak SMK, jadi khusus untuk anak-anak sekolahan yang mereka masih belum punya banyak pengalaman, kita berikan ruang untuk menunjukkan karya-karyanya. Lumayan banyak peserta dari 90 dikurasi menjadi 50 dan langsung presentasikan desain, mereka ada yang beberapa mengirim 2 desain. Nanti pemenang akan mendapat beasiswa dari Arfa School of Fashion, dari 7 pemenang nanti akan mendapatkan beasiswa berupa potongan biaya untuk sekolah fashion di Arfa," katanya.

Ia juga menjelaskan bahwa nantinya peserta diberi bahan kain 2 meter dan dijelaskan terkait sustainable, serta sustainable di bidang fashion, misalnya seperti harus ready to wear, cuttingan basic dan selalu dipakai terus yang sekiranya orang akan memakai secara sustain atau berkelanjutan. Ia menuturkan bahwa hasil karya nantinya akan dinilai berdasarkan kerapian, dan juga cuttingan.

Diakhir, Andy berpesan bahwa lingkup fashion bukan hanya sebagai hobi namun harus menggiatkan produk Indonesia.

Ia juga mengharap dan sedikit menekankan kepada designer lokal anak muda di Malang, bahwa fashion adalah suatu usaha yang bergerak menjadi suatu industri.

"Untuk anak anak muda yang menggeluti fashion, bagaimana caranya kita bisa memproduksi baju yang bisa everlasting, kalau bisa kita berkarya harus survey trend nya apa yang sedang booming, produk kita memiliki daya jual atau tidak, price nya bagaimana, intinya jadi fashion designer jangan terlalu idealis," pungkasnya. (*)

Reporter: Santi Wahyu | Editor : Lutfiyu Handi

Share:
Lentera.co.
Lentera.co.