
SURABAYA (Lenteratoday) - Jumlah jamaah haji asal Jatim yang dinyatakan positif Covid-19 terus bertambah. Hingga kedatangan kloter 13, jumlah jamaah yang dinyatakan positif ada 29 orang.
Sekretaris PPIH Debarkasi Surabaya, Abdul Haris, saat dikonfirmasi menyampaikan bahwa pada Kloter 13 ada 1 orang jamaah yang terkonfirmasi positif Covid-19. Sehingga total jamaah yang terpapar sudah ada 29 orang.
Sebagai bentuk antisipasi penyebaran Covid-19, PPIH Debarkasi Surabaya menerapkan protokol kesehatan (prokes) sejak jamaah haji tiba di tanah air melalui Bandar Udara Internasional Juanda.
Jamaah haji sebagai pelaku perjalanan luar negeri akan melalui serangkaian prokes dan pemeriksaan kesehatan. Diantaranya adalah dengan menggunakan masker sebagai salah satu prokes yang wajib dilakukan oleh jamaah haji. Masker menjadi sarana yang dapat digunakan untuk menekan penyebaran virus Covid-19.
Budi Santosa, Kepala Pelaksana Badan Penanggulanan Bencana Daerah (BPBD) Jatim, menyampaikan adanya pemberian masker pada jamaah haji. "Pada setiap kedatangan jamaah, ada 5 orang dari BPBD yang akan menyiapkan masker di bandara. Jadi saat jamaah turun dari pesawat, tim akan memberikan masker pada setiap jamaah. Tentu masker perlu diganti setelah dipakai berjam-jam oleh jamaah," tuturnya.
Lebih lanjut ia menyampaikan, penerapan prokes ini mengacu pada SE Kepala Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Nomor 22 Tahun 2022 tentang Protokol Kesehatan Perjalanan Luar Negeri pada Masa Pandemi Covid-19.
“Pelaksanaan prokes di asrama haji, kami mengacu pada SE 20 tahun 2022 itu. Dan sebelum kepulangan jamaah haji, Gubernur Jawa Timur Ibu Khofifah Indar Parawansa sudah memberikan arahan bahwa dalam masa kepulangan jamaah haji di Jawa Timur agar diterapkan protokol kesehatan untuk mencegah peningkatan penularan Covid-19,” imbuhnya.
Satriyo Nurseno, PIC Pemulangan Jamaah Haji dari BPBD saat ditemui di posko BPBD di Asrama Haji Surabaya membenarkan bahwa BPBD Jatim telah menyediakan masker untuk jamaah haji.
"Untuk pemulangan jemaah haji, telah disediakan 20 ribu masker dengan standar minimal 3 lapis (3 ply). Dan yang saat ini dipakai adalah masker dengan jenis KF," tuturnya.
Satriyo menambahkan, selain distribusi masker, BPBD juga memberikan edukasi pemakaian masker. "Jadi kami siap jika jemaah perlu bantuan mengganti maskernya. Selain itu, kami juga coba ingatkan jika ada jamaah yang melepas maskernya, atau masker terpasang yang kurang tepat," katanya.
Lebih lanjut ia sampaikan, "Selain di bandara, dilakukan juga di Asrama Haji. Ya, seharusnya menggunakan masker 3 lapis yang menutup hidung, mulut, dan dagu selama berada di dalam ruangan atau ketika berada dalam kondisi kerumunan," katanya. (*)
Reporter : Lutfi | Editor : Lutfiyu Handi