
SURABAYA (Lenteratoday) - Pasca kepulangan jamaah haji ke tanah air, pemerintah khususnya Kementerian Kesehatan memantau kesehatan jamaah haji dengan Kartu Kewaspadaan Kesehatan Jamaah Haji (K3JH) berwarna kuning. K3JH diberikan usai jamaah melakukan test swab antigen.
Rofiud Darojat, Koordinator Substansi Pengendalian Karantina Kesehatan Pelabuhan Kelas I Surabaya, mengatakan sudah menjadi kewajiban bahwa setiap orang yang pulang dari perjalanan luar negeri dibekali dengan health alert card, namun khusus untuk jamaah haji dibuatkanlah K3JH.
"Semua orang yang baru datang dari perjalanan luar negeri akan dibekali dengan health alert card, namun untuk jemaah haji dibuatkan khusus sehingga terbentuklah K3JH," jelasnya saat memantau kondisi pemulangan haji, Kamis (21/7/2022).
Rofiud mengatakan semula K3JH berlaku 14 hari, namun sesuai Surat Edaran Dirjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit No.HK.02.02/C/2782/2022 Tentang Pemeriksaan dan Pengawasan Jamaah Haji di Embarkasi dan Debarkasi, K3JH berlaku hingga 21 hari karena adanya waktu inkubasi suatu penyakit.
"Dulu K3JH ini berlaku 14 hari namun karena ada Surat Edatan Dirjen menjadi 21 hari karen inkubasi suatu penyakit. Inkubasi itu mulai kena sampai muncul gejala itu 21 hari," terangnya.
K3JH berisikan tabel yang bertuliskan gejala-gejala dari sebuah penyakit, seperti demam dengan suhu diatas 38 derajat celsius, sesak nafas, nyeri tenggorokan, mual, muntah, diare dan kaku kuduk. Sehingga apabila jemaah haji mengalami gejala sesuai yang tertera pada kartu tersebut, jamaah haji dapat memeriksakan diri ke puskesmas terdekat.
"Isinya adalah gejala-gejala penyakit yang apabila sepulang dari perjalanan luar negeri itu muncul, maka pelaku perjalanan diharap lapor ke Puskesmas," ujar Rofiud.
Rofiud juga menjelaskan jika selama 21 hari kedepan jamaah haji tidak merasakan gejala apapun, maka hendaknya jamaah tetap melaporkan diri ke puskesmas terdekat dengan membawa K3JH sebagai bukti bahwa jamaah haji dalam kondisi sehat tidak membawa penyakit.
"Jika dalam 21 hari kemudian bapak A tidak mengalami gejala, maka diharapkan kartu ini dikembalikan ke Puskesmas, sehingga tercatat bapak A sehat tidak membawa penyakit," imbuhnya. (*)
Sumber : rilis | Editor : Lutfiyu Handi