
SURABAYA (Lenteratoday) - Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Debarkasi Surabaya menjadi debarkasi yang menerapkan protokol pencegahan penyebaran covid. Jemaah haji yang baru tiba dari tanah suci akan melalui serangkaian pemeriksaan sebelum kembali ke daerah masing-masing. Pemeriksaan ini untuk memastikan bahwa jemaah haji tidak terpapar covid.
Bekerja sama berbagai pihak terkait, seperti Satgas Covid Jawa Timur, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jatim, Kantor Kesehatan Pelabuhan Kelas I Surabaya, Kodam serta Dinas Kesehatan Jatim, PPIH Debarkasi Surabaya terus mengupayakan perbaikan layanan kepada jemaah.
Hal ini sesuai dengan harapan dari Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa dalam penyelenggaraan ibadah haji kali ini. Upaya ini dilakukan untuk pencegahan penyebaran covid dari jemaah haji yang baru tiba dari tanah suci.
Khofifah yang hadir menyapa jemaah haji kelompok terbang (kloter) pertama hari ini, Minggu (17/7) mengungkapkan adanya ancaman dari covid, oleh karena itu ia menghimbau seluruh jemaah untuk tetap waspada.
“Seandainya ada yang ziarah haji tetap menjaga protokol kesehatan”, tuturnya
Menanggapi harapan dari Gubernur Jatim, Sekretaris PPIH Debarkasi Surabaya, Abdul Haris, mengungkapkan beberapa layanan yang berbeda dengan sebelumnya. “Tidak seperti sebelumnya, Asrama Haji Surabaya kali ini berbeda. Selain memberikan layanan extra berupa snack, BPBD ikut menyediakan makanan dalam box serta layanan pemeriksaan kesehatan untuk mencegah penyebaran covid,” tutur Abdul Haris.
“Prokes tetap diterapkan saat jemaah turun dari bus. Ada pemberian masker, pemeriksaan dengan thermal scanner, ada swab antigen bagi yang lolos skrining suhu tubuh, ada PCR bagi yang memiliki gejala atau suhu tubuh diatas 37,5°C. Bagi yang positif pada swab antigen akan dilanjutkan tes PCR,” tambah Abdul Haris.
Abdul Haris juga mengatakan, untuk jemaah yang belum vaksin booster, akan ada tim yang akan menangani dan memberikan vaksin booster pada jemaah haji.
Sementara terkait kondisi pada jemaah haji kelompok terbang (kloter) pertama, Abdul Haris mengungkapkan bahwa dari 450 orang pada kloter pertama dari Tuban dan Bojonegoro, terdapat 9 orang yang memerlukan pemeriksaan melalui PCR. Hasil dari test PCR tersebut menyatakan hasil negatif.
Dari pemeriksaan melalui swab antigen, terdapat 2 orang Jemaah haji dengan hasil positif . Test kemudian dilanjutkan dengan metode test PCR dan terkonfirmasi positif. Pada saat ini, jemaah haji tersebut tidak melakukan isolasi di Surabaya tapi diperkenankan pulang ke Tuban menggunakan kendaraan tersendiri yang disediakan oleh BPBD dan selanjutkan akan ditangani oleh petugas daerah.
Selain terkonfirmasi positif, pada kloter pertama ini terdapat 1 orang yang masih dirawat di Rumah Sakit Haji Surabaya dan memerlukan obeservasi lebih lanjut, sehingga tidak dapat kembali ke daerah bersama dengan rombongannya.
Reporter : Lutfiyu Handi | Editor : Endang Pergiwati