Terancam Sengatan Gelombang Panas, Warga Inggris Diminta Tidak Gunakan Transportasi Umum

LONDON (Lenteratoday) – Sejumlah negara di Eropa terserang gelombang panas yang kian menyengat, termasuk di negara Inggris. Masyarakat di London Inggris mendapat imbauan khusus di tengah gelombang panas. Mereka diminta tak menggunakan transportasi umum negara itu kecuali untuk perjalanan penting.
"Akibat cuaca panas yang aneh yang diprediksi pekan depan, pengguna hanya boleh menggunakan jejaring transportasi London untuk perjalanan penting," kata Chief Operating Officer (COO) Transportasi London (TfL) Andy Lord.
Lord juga menyampaikan pembatasan kecepatan sementara bakal diberlakukan di kereta api dan kereta bawah tanah London. Ia juga mengimbau pengguna untuk "membawa air minum setiap waktu."
Sebelumnya, Kantor Meteorologi Inggris mengumumkan peringatan gelombang panas yang berlangsung mulai Minggu (17/7) hingga Selasa (19/7). Suhu pada pekan itu diperkirakan bakal mencapai lebih 40 derajat Celsius.
"Jika masyarakat memiliki kerabat atau tetangga yang rentan, ini waktunya memastikan mereka telah melakukan berbagai tindak pencegahan untuk menghadapi cuaca panas, karena ramalan cuaca kami pikir bakal berada dalam zona merah, membuat hidup masyarakat terancam," kata juru bicara Kantor Meteorologi London Grahame Madge.
Suhu tinggi ini juga membawa risiko bagi penumpang transportasi umum.
Sebagaimana diberitakan CNN, peningkatan suhu panas dapat mengganggu jaringan listrik dan peralatan sinyal.
TLF juga menyampaikan pihaknya bakal mencoba menjaga pelayanan agar berlangsung lancar, salah satunya dengan mengecek suhu rute transportasi.
Badan tersebut juga bakal mengecek unit penyejuk udara di jejaring kereta bawah tanah. Tak hanya itu, pengendara motor juga diimbau agar tak berkendara pada hari-hari tersebut.
Sementara itu, kebakaran hutan melanda Spanyol, Prancis, dan Portugal pada Jumat (15/7) akibat gelombang panas yang melanda Eropa kini.
Sumber : CNN | Editor : Endang Pergiwati