07 April 2025

Get In Touch

Curhat Budaya Haji di RI, Menteri Yaqut Minta Saudi Beri Jatah Zamzam Lebih Tahun Depan

Curhat Budaya Haji di RI, Menteri Yaqut Minta Saudi Beri Jatah Zamzam Lebih Tahun Depan

MAKKAH (Lenteratoday)- Lebih dari 700 koper jamaah haji harus dibongkar karena di dalamnya ada air zamzam yang dilarang. Hal.ini tentu saja merepotkan petugas dan menghabiskan waktu saat persiapan fase pemulangan ke Tanah Air.

Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas pun sudah mendapat laporan banyaknya jemaah haji Indonesia yang masih coba-coba membawa zamzam dalam koper. Dia menyebut sudah membahas perkara ini dengan Saudi.

"Kemarin saya sampaikan juga ke Pak Menteri (Haji dan Umrah Saudi) terkait zamzam," ucap Gus Yaqut di Jeddah, dikutip Sabtu (16/7/2022).

Dalam pertemuan itu, Gus Yaqut menyampaikan jatah air zamzam 5 liter yang diberikan gratis bagi jamaah Indonesia saat tiba di Tanah Air tidak cukup sebagai oleh-oleh haji.

"Jamaah kami dilarang bawa zamzam di luar yang sudah diberikan 5 liter itu, sementara kami itu mungkin berbeda di Indonesia dengan negara lain yang keluarganya sangat besar, bahkan tetangga-tetangga itu tidak seperti negara lain," tuturnya.

"Jadi ketika jamaah kita datang ke Tanah Air yang datang itu sudah kayak pengajian, muktamar akbar, saya bilang begitu. Jadi kalau 5 liter kurang," curhatnya.

"Harus ditambah gitu. Jadi kalau 5 liter kurang, harus ditambahi air mineral sendiri," tambahnya lagi berkelakar.

Mendengar masukan itu, Menteri Haji Saudi Tawfiq Rabiah berjanji akan membahasnya untuk menghadapi pelaksanaan haji tahun depan. RI dan Saudi bakal membentuk task force untuk haji 2023.

"Dia bilang kita akan pikirkan. Jadi nanti akan dibicarakan semua dalam task force antara pemerintah Saudi dan pemerintah Indonesia. Itu sudah kita pikirkan," tegasnya.

Untuk jamaah haji tahun ini, Ketum GP Ansor itu berharap agar tetap patuh pada aturan tidak membawa air zamzam ke dalam koper karena dianggap membahayakan penerbangan.

"Air Zamzam tidak usah khawatir, sudah disiapkan di Tanah Air. Kalau ada yang tidak dapat, datangi Kemenag setempat. Insyaallah akan disiapkan," pungkasnya.(*)

Sumber:rls kemenag/ Editor:widyawati

Share:
Lentera.co.
Lentera.co.