04 April 2025

Get In Touch

Melihat Kabah yang Sejak Lama Dirindukan

Penulis bersama istri seusai melaksanakan thawaf wajib (Aryo Nugroho)
Penulis bersama istri seusai melaksanakan thawaf wajib (Aryo Nugroho)
Dr. Aryo Nugroho, M.T.

SORE hari (Sabtu, 2/7/2022) cuaca Kota Makkah tidak terlalu panas. Di pelataran Masjidil Haram ratusan jamaah haji dari berbagai negara berputar mengelilingi Kabah. Khusuk menjalankan Umrah wajib.

Jamaah haji kloter 37 Surabaya yang tiba pagi hari di bandara King Abdul Aziz, Jedah merupakan jamaah haji gelombang II. Karena itu sejak berangkat sudah mengenakan ihram dan mengambil miqat ketika pesawat berada di atas Ya Lamlam.

Sesampainya di Kota Makkah, jamaah haji memasuki Hotel Arkhan Bakkah (102) yang berada di kawasan Mahbas Jin. Kami berkemas-kemas. Persiapan melaksanakan Umrah wajib.

Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah (KBIHU) Nurul Hayat melaksanakan Umrah wajib berangkat menggunakan bus shuttle pada pukul 17.00 KSA.

Dari hotel kami berjalan ke arah Masjidil Haram harus menyeberang menuju terminal atau shelter. Karena letak shelter bus berada di seberang jalan.

Saya melirik, jembatan penyeberangan masih dalam proses pembangunan. Dari shelter hingga mencapai terminal Bab Ali hanya sekitar 5 menit saja karena berjarak 2.5 km .

Sesampai di Masjidil Haram kami memasuki halaman masjid untuk melaksanakan thawaf. Para jamaah berputar mengelilingi Kabah. Melihat Kabah yang telah lama dirindukan.

Usai melaksanakan thawaf wajib disusul dengan melaksanakan Sai. berjalan bolak balik dari bukit Safa dan berakhir di Marwah. Tujuh kali putaran.

Perjalanan dari Bukit Safa ke Marwa sekitar 400 meter. Dengan demikian total perjalananan ditempuh sekitar 3 km. Setelah selesai Sai jamaah memotong rambutnya yang dikenal dengan tahallul. Selesainya Sai dan Tahallul menandai terpenuhinya Umrah wajib.

Kembali ke hotel merupakan perjuangan yang cukup berat. Sebab bersamaan dengan selesainya shalat Isya. Kami berdesakan. Momen tersibuk mengantre di terminal.

Alhamdulilah rombongan KBIHU Nurul hayat bisa mendapatkan bus dan pulang kembali ke hotel (*)

Penulis: Dr. Aryo Nugroho, M.T. -Dosen/Jamaah Haji Kloter 37 Surabaya|Editor: Arifin BH

Share:
Lentera.co.
Lentera.co.