MESKI tokoh-tokoh politik di Tanah Air kompak mengimbau kadernya tidak tergesa-gesa, ‘ojo kesusu’ hingga mengatakan terlalu dini berbicara Pemilu 2024, tapi kenyataannya mesin politik sudah memanas. Usai Koalisi Indonesia Bersatu (KIB), terbaru muncul Koalisi Kebangkitan Indonesia Raya (KIR). Meski kedua koalisi belum melakukan deklarasi resmi, tapi sesuai hitungan berdasarkan hasil perolehan kursi Pemilu 2019, mereka sudah bisa mengusung calon presiden (Capres) sendiri. Untuk diketahui, KIB yang terdiri dari Golkar, PAN dan PPP bila ditotal telah mengamankan 148 Kursi (24,9 persen). Sementara KIR yang ‘menikahkan’ Gerindra dan PKB jumlah total 136 kursi (23 persen). Bahkan KIR menjadi yang pertama mengumumkan pasangan calonnya yaitu Prabowo Subianto dan Muhaimin Iskandar.PDIP sendiri sejak awal tanpa berkoalisi, memiliki 128 kursi (22 persen). Artinya posisinya aman untuk memenuhi aturan presidential threshold (PT) 20 persen. Untuk sementara, peta politik menyisakan Nasdem, Demokrat dan PKS yang belum memilih berkubu dengan siapapun. Meski demikian, parpol yang dipimpin Surya Paloh dengan 59 kursi (10 persen) percaya diri mendeklarasikan 3 kandidat capresnya yaitu Anies Baswedan, Ganjar Pranowo dan Andika Perkasa. Berbagai kalangan menilai konstelasi politik masih sangat cair. ‘Pernikahan dini’ parpol bisa jadi langgeng, tapi berpotensi juga untuk ‘bercerai’ di tengah perjalanan.BACA BERITA LENGKAP, DOWNALOAD DI SINI https://cdn.lentera.co/c/newscenter/lenteratoday/2022/06/20062022.pdf
[3d-flip-book id="101286" ][/3d-flip-book]https://cdn.lentera.co/c/newscenter/lenteratoday/2022/06/20062022.pdf">