05 April 2025

Get In Touch

Jaga Harmoni Umat Beragama, Khofifah Tradisikan Dialog & Silaturrahim

Jaga Harmoni Umat Beragama, Khofifah Tradisikan Dialog & Silaturrahim

SUARABAYA,LETRA.ID- Berdasarkan  survei PPIM UIN Syarif Hidayatullah Jakarta,angka intoleransi beragama di Indonesia, khususnya generasi Z (yang lahir padatahun 1995-2010) masih cukup tinggi  Yakni,untuk mahasiswa mencapai  23,3%,sementara pelajar SMA mencapai 23,4%.

Kondisi itu menjadi perhatian khusus Gubernur Jawa Timur,Khofifah Indar Parawansa. Untuk mengatasi intoleransi tersebut, orang nomorsatu di Jatim ini mengajak seluruh pihak, termasuk Forum Komunikasi UmatBeragama (FKUB) Jatim agar terus membangun suasana saling menghormati, saling menghargaidan saling memahami (mutual understanding).

Jika tokoh agama baik intern maupun antar umat beragama sering berdialog dan  bersilaturrahim, maka kesepahaman lebih mudahdiwujudkan, akhirnya terbangun saling percaya (mutual trust) dan saling menghormati (mutual respect).

Suasana seperti itu bisa terbangun antara lain  melaluiintensitas dialog secara terus menerus. Dialog hendaknya dapat ditradisikan sejak mereka masih remaja yang dalam time line generasi termasuk  generasi Z.

 “Ini menjadi perhatian kita, disharmoni biasanya muncul akibat kurang dialog dan kurang saling mengenal, akhirnya eksklusif. Dalam sebuah negara yang penuh kebhinekaan seperti Indonesia, maka harmoni akan terwujud jika kita berhasil mewujudkan pola hubungan yang inklusif, baik intern maupun antar umat beragama khususnya di Jawa Timur. Mari kita jaga suasana  kemitraan yang harmonis (harmonious partnership) intern dan antar umat beragama di Jatim dengan melibatkan secara aktif  seluruh elemen strategis , khususnya peran religious leader, seperti FKUB” kata Khofifah-sapaan akrabnya saat menerima pengurus FKUB Jatim, di Gedung Negara Grahadi Surabaya.

Khofifah mengatakan, FKUB sebagai representasi  religious leader diharapkan menjadi perekatbagi harmoni umat beragama, baik intern, maupun antar umat beragama.Menurutnya,  hubungan antar umatberagama  di Jatim terbangun sangat baikdan harus terus dijaga agar tetap solid dan kondusif.

Selain itu, Khofifah pun mengingatkan saat ini masalah kitaadalah persatuan, kesatuan dan persaudaraan. Menghadapi  permasalahan diatasmaka peran tokoh agama baik  internmaupun antar  umat beragama harus terjagaagar tidak ada ruang terhadap kemungkinan terjadinya   kesalahpahaman akibat  distorsi informasi  khususnya melalui viralnya sosial media.

Pada posisi yang dapat menimbulkan kerentanan sosialtersebut, imbuh Khofifah, posisi FKUB sebagai representasi religious leadersangat dibutuhkan, khususnya sebagai perekat keberagaman yang tumbuh di tengah-tengan dinamika sosial politik keamanan yang berkembang.

Pemprov Jatim berkomitmen membangun kemiteraan yang  harmonis di Jatim  sebagaimana yang terdapat dalam Nawa BhaktiSatya, khususnya Bhakti kesembilan, yaitu Jatim harmoni.

Untuk membangun harmonious partnership di era sekarang, imbuh Khofifah, tentu tidak bisa hanyadengan mengandalkan cara-cara lama, tatap muka saja,  seperti ceramah atau khotbah. Orang nomorsatu di Jatim ini mengajak FKUB untuk melakukannya dengan cara ala milenial,format meme, karikatur dan narasi yang sesuai dengan nalar dan psikologis sertastyle milenial.

“Seperti dengan meme, karikatur, dan lain-lain. Sebab, tidaksemua anak-anak muda sabar mendengar nasehat, khutbah atau ceramah,” katanya.

 “Mari kita viralkanharmonious  partnership ini, sebabmasing-masing tokoh agama, seperti ulama, kiai, atau pendeta, mereka memilikijamaah atau ummat yang fanatik. Jika masing-masing memiliki jamaah 100 orang,tentu yang paham hanya 100 orang. Sementara di era sekarang, dunia ini begitumudah memberikan persepsi publik darimanapun. Jika menggunakan digital IT makaresonansinya tidak terbatas ruang maupun waktu ,” pungkasnya.

Hadir dalam kesempatan ini, Sekdaprov Jatim, Heru Tahjono,para kepala OPD di lingkup Pemprov Jatim, Ketua FKUB Jatim, Shofwan, WakilKetua FKUB Jatim, Hamid, serta para pengurus FKUB Jatim. (Ace)

Share:
Lentera.co.
Lentera.co.