07 April 2025

Get In Touch

Bantu Dampak Covid-19, Polres Blitar Sediakan Nasbung Gratis

Bantu Dampak Covid-19, Polres Blitar Sediakan Nasbung Gratis

Blitar - Sedikit meringankan beban pekerja lepas non formal dan warga yang terkena dampak ekonomi Virus Corona (Covid-19), Polres Blitar dan jajaran menyediakan nasi bungkus (nasbung) gratis.

Disampaikan Kapolres Blitar, AKBP Ahmad Fanani Eko Presetya nasbung gratis tersebut disediakan untuk masyarakat, terutama pekerja harian lepas dn warga yang membutuhkan seperti kurir, ojek, sopir, pencari barang bekas, pencari rumput, tukang sampah, tukang sol sepatu, pedagang keliling dan lainnya. "Yang terkena dampak ekonomi Covid-19, sehingga kesulitan mendapatkan penghasilan untuk makan," tutur AKBP Fanani, Minggu (5/4/2020).

Tahap awal, dijelaskan AKBP Fanani disediakan di 3 lokasi yaitu di depan pintu masuk Mapolres Blitar di Jalan Raya Kecamatan Talun Kabupaten Blitar. "Serta depan Ruang Terbuka Hijau di Kecamatan Kanigoro dan Wlingi," jelasnya.

Selanjutnya akan dievaluasi lagi, kalau yang membutuhkan banyak. Selain ditambah jumlahnya, juga akan ditambah titiknya di seluruh jajaran polsek wilayah hukum Polres Blitar. "Setiap hari menunya berbeda, dengan jumlah sementara 20-25 bungkus yang siap mulai sekitar jam 07.00 Wib," tandas AKBP Fanani.

Selain membantu para pekerja harian lepas, program ini sekaligus memberdayakan para pemilik usaha warung. Baik daru anggota Polres Blitar sendiri, maupun warung milik warga sekitar. "Jadi dengan satu program, kita bisa membantu 2 saudara kita yang terkena dampak ekonomi dari Covid-19 yaitu pemilik warung yang sepi dan para pekerja atau warga yang membutuhkan," paparnya.

Namun siapa pun yang ingin berpartisipasi, dengan ikut menyumbang nasbung dalam program ini dipersilahkan.

Setelah membagi nasbung, terkait antisipasi penyebaran Covid-19 Polres Blitar dan Bupati Blitar serta Kodim 0808 Blitar melakukan peninjauan Posko Mudik dan Pelayanan Covid-19 yang ada di stasiun kereta api di wilayah Polres Blitar yakni di Stasiun Talun dan Wlingi.

Dimana setiap penumpang yang berangkat maupun datang di stasiun, diperiksa suhu tubunya, diminta memakai handsanitizer dan masker. "Jika suhu tubuhnya tinggi/demam, akan diperiksa lebih lanjut oleh tenaga kesehatan yang ada," pungkasnya. (ais)

Share:
Lentera.co.
Lentera.co.