13 October 2026

Get In Touch

Ansor-Banser Trenggalek Tolak Gerai Miras, Ancam Kembali Gelar Aksi dengan Massa Lebih Besar

Ketua PC GP Ansor Trenggalek, Muhammad Izuddin Zakki atau Gus Zaki (kanan), menyampaikan orasi saat aksi penolakan gerai minuman keras bersama anggota Ansor-Banser di Trenggalek, Minggu (11/10/2026).
Ketua PC GP Ansor Trenggalek, Muhammad Izuddin Zakki atau Gus Zaki (kanan), menyampaikan orasi saat aksi penolakan gerai minuman keras bersama anggota Ansor-Banser di Trenggalek, Minggu (11/10/2026).

TRENGGALEK (Lentera) – Gerai penjualan minuman keras (miras) di Kabupaten Trenggalek kembali menjadi sorotan, puluhan anggota Ansor dan Banser mendatangi lokasi tersebut, pada Minggu (11/10/2026), menyusul keresahan atas aktivitas penjualan miras yang disebut berlangsung secara terbuka.

Koordinator aksi, Muhammad Izuddin Zaki mengatakan kedatangan mereka bertujuan memastikan persoalan tersebut tidak berhenti pada penutupan gerai. Mereka meminta seluruh stok miras di lokasi itu segera diangkut agar tidak kembali diperjualbelikan secara diam-diam.

“Kami tidak hanya ingin tempat ini ditutup, tetapi seluruh mirasnya juga harus diangkut. Kami akan terus mengawal sampai benar-benar tidak ada lagi di sini,” ujarnya.

Pria yang akrab disapa Gus Zaki itu menuturkan, sebelum mendatangi gerai, massa terlebih dahulu menyampaikan aspirasi di depan Gedung Nahdlatul Ulama (NU) Trenggalek. Setelah itu, mereka bergerak menuju lokasi untuk melihat langsung kondisi tempat penjualan miras tersebut.

Gus Zaki yang juga menjabat Ketua Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda (PC GP) Ansor Trenggalek menyebut, gerai itu sudah dalam keadaan tutup saat didatangi massa. Namun, pihaknya menilai penutupan saja belum cukup untuk menyelesaikan persoalan.

Ia khawatir, aktivitas penjualan kembali berlangsung secara sembunyi-sembunyi, terutama pada malam hari atau waktu-waktu rawan ketika pengawasan tidak maksimal.

“Kami memberikan waktu 2x24 jam agar semuanya diangkut. Kalau hanya ditutup, kami khawatir nanti malam masih ada penjualan secara diam-diam tanpa sepengetahuan aparat,” kata Gus Zaki.

Ia menegaskan, tuntutan Ansor-Banser tidak hanya menyasar satu lokasi. Pihaknya berharap tidak ada lagi aktivitas penjualan miras di Trenggalek, termasuk di tempat yang telah mengantongi izin resmi.

Terkait penanganan persoalan tersebut, Gus Zaki mengapresiasi, respons Pemerintah Kabupaten Trenggalek yang dinilainya cepat. Menurut dia, pemerintah telah mendatangi lokasi untuk memeriksa perizinan dan sejumlah hal terkait.

Meski demikian, ia menilai, perlu ada pengawalan dari masyarakat agar proses penanganan bisa segera tuntas, dengan tetap memperhatikan aturan yang berlaku.

Gus Zaki juga menyatakan, Ansor-Banser siap kembali mendatangi lokasi dengan jumlah massa lebih besar apabila tuntutan mereka tidak dipenuhi dalam batas waktu yang diberikan.

“Jika dalam 2x24 jam masih ada di sini, Ansor-Banser Kabupaten Trenggalek siap datang dengan massa yang lebih besar untuk membantu mengosongkan tempat ini,” tandasnya.

 

Reporter: Herlambang/Editor: Ais

Share:

Post a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Lentera.co.
Lentera.co.