BATU (Lentera) - Dinas Pariwisata (Disparta) Kota Batu mencatatkan capaian kinerja positif sepanjang kepemimpinan Kepala Disparta Kota Batu, Onny Ardianto, yang menjabat sejak Februari 2025. Di tengah kebijakan efisiensi anggaran pada tahun 2026, jumlah kunjungan wisatawan ke Kota Batu, Jawa Timur justru menunjukkan tren kenaikan dan telah melampaui periode yang sama pada tahun 2025 dan 2024.
Berdasarkan data kunjungan hingga Selasa (6/10/2026) lalu, jumlah kunjungan wisatawan ke Kota Batu telah mencapai sekitar 7,54 juta kunjungan. Angka tersebut merupakan akumulasi dari Januari hingga data terakhir yang diterima dan bersifat dinamis. Sementara itu, untuk komposisi rinci antara wisatawan nusantara (wisnus) dan wisatawan mancanegara (wisman), pihak Disparta masih melakukan pemutakhiran dan verifikasi data resmi.
Menanggapi penurunan anggaran Disparta Kota Batu pada tahun 2026 sebesar Rp 7,9 miliar dari Rp 31 miliar pada tahun 2025 menjadi Rp 23,1 miliar, Onny menyampaikan bahwa efisiensi tidak menyurutkan aktivitas pariwisata di daerahnya.
"Efisiensi anggaran tidak berarti aktivitas pariwisata berhenti. Justru kondisi ini mendorong kami untuk lebih selektif dalam menentukan program, sehingga anggaran yang tersedia benar-benar diarahkan kepada kegiatan yang mempunyai dampak terhadap kunjungan wisatawan dan perekonomian masyarakat," ujar Onny pada Senin (12/10/2026).
Onny menjelaskan, strategi utama Disparta Kota Batu dalam mendongkrak kunjungan di tengah keterbatasan anggaran adalah memperkuat promosi melalui kanal digital dan media sosial, memperluas kolaborasi dengan pelaku usaha pariwisata, komunitas, desa/ kelurahan, serta pemangku kepentingan (stakeholders). Selain itu, pihaknya tetap mempertahankan event-event berdaya tarik tinggi yang memberikan dampak ekonomi langsung kepada masyarakat.
"Jadi pendekatannya bukan semata-mata memperbesar anggaran, tetapi bagaimana dengan anggaran yang tersedia kita bisa menghasilkan dampak pariwisata yang lebih besar," tambahnya.
Dalam menjaga efektivitas kinerja, Disparta memprioritaskan program-program yang berkaitan langsung dengan pengembangan destinasi, promosi pariwisata, penguatan ekonomi kreatif, pemberdayaan masyarakat, serta penyelenggaraan event. Dalam kondisi efisiensi, program yang berdampak jelas dipertahankan, sementara kegiatan yang kurang prioritas dievaluasi kembali.
Dari sisi strategi konkret, Disparta memaksimalkan promosi digital yang dinilai lebih murah, cepat, dan berjangkauan luas. Konten yang diangkat mencakup destinasi, event, ekonomi kreatif, kuliner, desa wisata, hingga pengalaman berwisata di Kota Batu. Kolaborasi lintas sektor juga digencarkan agar promosi menjadi gerakan bersama antara pemerintah, masyarakat, pelaku usaha, dan komunitas. Prinsip anggaran yang dipegang teguh adalah right program, right target, right impact.
Capaian positif Disparta Kota Batu tahun 2026 juga tercermin dari suksesnya penyelenggaraan event sport tourism berstandar internasional, yaitu Batu International Sport Tourism Festival (BISTF) dan International Paragliding Accuracy Championship (IPAC). Tahun ini, ajang tersebut diikuti oleh puluhan peserta yang terdiri atas atlet Indonesia, Malaysia, dan Thailand.
Onny memaparkan bahwa keberhasilan menghadirkan event internasional tersebut didasari oleh koordinasi bertahap dan upaya membangun kepercayaan dunia internasional terhadap potensi geografis, alam, serta pengalaman Kota Batu dalam menggelar kejuaraan olahraga berbasis wisata.
Dampak ekonomi dari perhelatan ini dirasakan langsung oleh masyarakat, khususnya di kawasan Songgokerto. Kehadiran para atlet, ofisial, pendamping, dan wisatawan menggerakkan sektor homestay, hotel, warung makan, transportasi, hingga UMKM lokal.
"Jadi konsep sport tourism yang kami dorong adalah olahraga menjadi magnet, sedangkan pariwisata dan ekonomi masyarakat menjadi dampak lanjutannya," tegas Onny.
Kendati mencatatkan berbagai pencapaian gemilang, Disparta Kota Batu tetap memetakan sejumlah pekerjaan rumah (PR) yang harus diselesaikan bersama. Beberapa di antaranya meliputi peningkatan kualitas pengalaman wisatawan (bukan sekadar mengejar angka kunjungan), perbaikan konektivitas dan aksesibilitas antar destinasi, peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) pariwisata, penguatan desa wisata serta ekonomi kreatif, pengelolaan sampah dan lingkungan, hingga upaya memperpanjang length of stay (lama tinggal) wisatawan.
Ke depan, Disparta Kota Batu juga telah menyiapkan sejumlah gagasan program lanjutan yang berkaitan dengan penguatan ekosistem pariwisata, digitalisasi, dan pengembangan event berdaya tarik luas. Namun, pelaksanaannya tetap disesuaikan dengan kemampuan anggaran dan skala prioritas daerah.
"Yang paling penting bagi kami adalah setiap program yang nantinya direalisasikan harus mempunyai alasan yang jelas: apa manfaatnya bagi wisatawan, apa dampaknya bagi masyarakat, dan bagaimana kontribusinya terhadap pembangunan pariwisata Kota Batu," pungkasnya.
Penulis/ Reporter: Tim Redaksi




.jpg)

Post a comment